Studi DNA Ungkap Kehidupan Eropa setelah Runtuhnya Kekaisaran Romawi
- 07 Mei 2026 09:37 WIB
- Jember
Poin Utama
- Studi DNA
- Penelitian
RRI.CO.ID, Jember- Sebuah penelitian genom terbaru mengungkap bagaimana kehidupan masyarakat Eropa berubah setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada tahun 476 Masehi. Temuan ini sekaligus menantang anggapan lama tentang invasi barbar besar-besaran yang disebut menghancurkan peradaban Romawi.
Seperti dilansir dari Reuters (29-04-2026), penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature itu menganalisis DNA dari 258 kerangka manusia yang ditemukan di wilayah Jerman bagian selatan. Sebagian besar berasal dari periode antara tahun 450 hingga 620 Masehi, masa transisi setelah kekuasaan Romawi runtuh.
Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan masyarakat saat itu terjadi lebih melalui proses percampuran dan integrasi penduduk dibanding penaklukan brutal. Kelompok-kelompok kecil dari Eropa Utara ternyata telah bermigrasi ke wilayah Romawi jauh sebelum kekaisaran runtuh. Setelah struktur pemerintahan Romawi melemah, mereka mulai berbaur dan menikah dengan penduduk lokal yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Romawi.
Para peneliti menemukan bahwa pada abad ke-7, komposisi genetik masyarakat di kawasan tersebut sudah sangat mirip dengan populasi Eropa Tengah modern saat ini. Temuan itu menunjukkan bahwa identitas masyarakat Eropa terbentuk melalui proses sosial yang panjang, bukan semata akibat perang dan migrasi besar-besaran.
Penelitian ini juga memberikan gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat pasca-Romawi. Data DNA menunjukkan praktik monogami menjadi norma umum pada masa itu. Hampir tidak ditemukan bukti pernikahan sedarah maupun poligami. Para ilmuwan menduga pengaruh ajaran Kristen yang mulai berkembang di wilayah tersebut ikut membentuk aturan sosial masyarakat.
Selain itu, penelitian memperlihatkan angka harapan hidup kemungkinan meningkat setelah runtuhnya kekaisaran. Para pria diperkirakan hidup rata-rata hingga usia 43 tahun, sementara perempuan sekitar 39 tahun. Kondisi ini dinilai lebih baik dibanding sebagian periode Romawi sebelumnya yang dipenuhi perang, konflik politik, dan kepadatan kota besar yang memicu penyebaran penyakit.
Para ahli menilai studi ini membantu memperbarui pemahaman sejarah Eropa awal abad pertengahan. Runtuhnya Kekaisaran Romawi ternyata tidak langsung menciptakan kekacauan total, melainkan memunculkan masyarakat baru hasil perpaduan budaya dan keturunan yang berlangsung secara bertahap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....