Pendidikan Itu Bantu Orang Lain Kembangkan Potensinya

  • 03 Mei 2026 00:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo : Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, punya makna tersendiri bagi praktisi pendidikan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Dr. Ratna Koba Susanti S.Sos, M.Si.

Perempuan yang menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Pendidikan Abdrurachman Saleh, Situbondo, sekaligus dosen pascasarjana ini memaknai pendidikan dengan membantu orang lain secara sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi dirinya.

"Jadi bukan sekedar mentransfer ilmu, namun lebih dari itu. Membantu orang lain untuk mengembangkan potensi dirinya itu pendidikan," ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.

Mereka didorong dari berbagai sisi, baik pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun nilai-nilai kehidupan. Dan hal itu tidak hanya diperoleh lewat jalur formal, namun juga nonformal seperti kursus maupun pelatihan.

Dr. Ratna Koba Susanti adalah ASN di lingkungan Pemkab Situbondo, menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dan pernah menjadi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Ia mengaku punya beberapa anak asuh yang ia arahkan dan motivasi untuk menjadi lebih baik.

"Saya dan teman-teman yang satu visi, punya beberapa anak asuh. Kami arahkan dan dampingi sesuai dengan potensi mereka, alhamdulillah mereka sudah bisa menjadi lebih baik, karena mereka sudah paham ilmunya," bebernya.

Ratna Koba mengaku berkomitmen untuk berkontribusi meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Manusia atau IPM di Situbondo, yang trennya terus naik. Terakhir di 2025, IPM Situbondo masuk kategori tinggi yakni 71,87 poin.

"Salah satu indikator untuk menaikkan IPM adalah pendidikan. Semoga ikhtiar kami bisa memberikan kontribusi untuk meningkatkan capaian IPM," imbuhnya.

Untuk mendapatkan anak asuh, ia dan rekannya turun ke beberapa lokasi untuk mencari anak-anak yang punya potensi, namun lemah dari sisi pengetahuan. Mereka dibimbing, dibiayai, agar bisa menjadi lebih baik, dan bermanfaat," ungkapnya.

Karena pendidikan tak punya batasan usia dan masa, dan berproses sepanjang hayat, maka harus terus diasah sebagai sarana perubahan perilaku, ke arah yang lebih baik dan bisa memberikan manfaat bagi diri dan orang lain.

"Namanya sepanjang hayat, jadi ya terus menerus belajar, berusaha, untuk mengembangkan potensi diri, agar terbentuk karakter yang bermoral, beretika, dan berkepribadian baik serta mampu memberikan manfaat kepada orang lain," tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....