Qualcomm & Mitra Industri Sepakati Peta Jalan 6G menuju Komersialisasi Mulai 2029
- 05 Mar 2026 10:58 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember — Qualcomm Technologies, Inc. mengumumkan pembentukan koalisi strategis bersama sejumlah pemimpin industri global untuk mempercepat pengembangan dan implementasi jaringan 6G secara komersial mulai 2029 dan seterusnya. Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2026.
Koalisi ini menetapkan peta jalan berbasis target yang terukur untuk menghadirkan sistem 6G komersial, termasuk validasi awal sistem serta demonstrasi perangkat dan jaringan pra-komersial yang sesuai spesifikasi pada 2028. Implementasi awal jaringan 6G global yang interoperabel ditargetkan dimulai pada 2029.
Sejumlah mitra global yang terlibat dalam kolaborasi ini antara lain Airtel, Amazon, Asus, BT Group, Cisco, Dell, Ericsson, Fujitsu, Google, HP, Lenovo, LG Electronics, Meta, Microsoft, Motorola, NEC Corporation, Nokia, NTT DOCOMO, Samsung Electronics, Siemens, SK Telecom, T-Mobile, hingga Viettel Group.
6G dirancang sebagai sistem berbasis kecerdasan buatan atau AI-native yang dibangun di atas tiga pilar utama, yakni konektivitas, penginderaan area luas, dan komputasi berkinerja tinggi. Jaringan generasi berikutnya ini akan menghadirkan radio cerdas dengan kemampuan sensing terintegrasi, jaringan RAN berbasis virtualisasi dan cloud, otonomi jaringan berbasis AI, serta pusat data edge dan terpusat untuk mendukung beban kerja AI baru.
Presiden dan CEO Qualcomm Incorporated, Cristiano Amon, menyatakan 6G bukan sekadar evolusi nirkabel berikutnya, melainkan fondasi masa depan berbasis AI yang mendistribusikan kecerdasan ke perangkat, edge, dan cloud. Menurutnya, keberhasilan transisi menuju 6G sangat bergantung pada kemitraan yang kuat, tujuan bersama, dan inovasi kolaboratif lintas industri.
Kolaborasi ini berfokus pada tiga domain arsitektur utama, yakni perangkat, jaringan, dan infrastruktur cloud. Para anggota berkomitmen mendorong percepatan standar 6G, membangun tolok ukur kesiapan industri, serta mengembangkan model bisnis dan layanan baru untuk mempercepat adopsi ekosistem 6G secara global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....