Peran Lumière Bersaudara dalam Lahirnya Sinema Modern
- 28 Feb 2026 17:28 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Auguste Lumière dan Louis Lumière dikenal sebagai tokoh paling berpengaruh dalam sejarah film dan fotografi. Keduanya merupakan penemu Cinématographe dan proses fotografi warna Autochrome, inovasi yang mengubah wajah industri gambar bergerak.
Ulasan scienceandmediamuseum.org.uk mengungkapkan bahwa pemutaran perdana Cinématographe pada 28 Desember 1895 di ruang bawah tanah Grand Café, Boulevard des Capucines, Paris. Peristiwa itu kerap dianggap sebagai kelahiran sinema modern, yakni pertunjukan gambar bergerak di layar untuk penonton berbayar.
Meski demikian, mereka kemungkinan bukan yang pertama melakukan pemutaran film berbayar. Di New York, Latham bersaudara telah lebih dulu menayangkan film tinju menggunakan proyektor Eidoloscope pada Mei 1895. Namun, pencapaian Lumière tetap monumental karena alat mereka menjadi sistem pertama yang benar-benar praktis untuk merekam sekaligus memproyeksikan film.
Auguste dan Louis lahir di Lyon, Prancis. Ayah mereka, Antoine Lumière, memiliki usaha fotografi. Pada usia 17 tahun, Louis menemukan pelat fotografi dengan sensitivitas tinggi yang sukses secara komersial. Keberhasilan ini membuat keluarga Lumière membangun pabrik di kawasan Monplaisir, Lyon, yang pada 1894 telah mempekerjakan sekitar 300 orang.
Pada akhir 1894, Antoine melihat Kinetoscope milik Thomas Edison di Paris dan mendorong kedua putranya untuk menciptakan alat yang bisa merekam sekaligus memproyeksikan gambar bergerak. Dalam beberapa bulan, mereka menghasilkan prototipe Cinématographe dan mematenkannya di Prancis pada 13 Februari 1895.
Dibandingkan perangkat lain saat itu, Cinématographe jauh lebih ringkas dan tidak memerlukan listrik seperti Kinetograph milik Edison. Alat ini dapat digunakan di mana saja, baik untuk merekam maupun memproyeksikan film, cukup dengan lampu gas atau limelight.
Inti teknologinya terletak pada mekanisme “claw” atau cakar, dua pin kecil yang masuk ke lubang film untuk menariknya secara terputus-putus. Prinsip ini terinspirasi dari mekanisme mesin jahit dan menjadi dasar bagi banyak kamera film setelahnya.
Film pertama Lumière diambil di luar pabrik mereka, menampilkan para pekerja yang pulang kerja. Film ini diputar pada 22 Maret 1895 di Paris dan kemungkinan menjadi pemutaran publik pertama film bergerak di Eropa. Mereka kemudian membuat film pendek berdurasi sekitar satu menit, seperti adegan keluarga, kereta tiba di La Ciotat, dan komedi awal berjudul L’Arroseur Arrosé, tentang anak nakal yang mengerjai tukang kebun.
Meski kedua bersaudara menganggapnya terlalu dini, sang ayah tetap meluncurkan Cinématographe secara publik pada 28 Desember 1895. Setiap pertunjukan menampilkan sepuluh film berdurasi total sekitar 15 menit, dengan tiket seharga satu franc.
Awalnya minat publik kecil, bahkan nama “Cinématographe” sempat dikritik. Namun tak lama kemudian, antrean mengular hingga ratusan meter dan pendapatan harian mencapai 2.500 franc, angka fantastis pada masanya.
Pemutaran publik pertama di Inggris berlangsung pada 21 Februari 1896 di Regent Street, London. Popularitasnya segera meningkat dan menjadi bagian dari program hiburan music hall.
Di Amerika Serikat, pemutaran pertama berlangsung di New York pada 29 Juni 1896 dan mendapat sambutan meriah. Namun, bisnis mereka di Amerika tidak bertahan lama karena format film Edison menjadi standar industri.
Menjelang 1905, Lumière bersaudara mulai menjauh dari industri film dan kembali fokus pada inovasi fotografi. Pada 1907, mereka memperkenalkan Autochrome, proses fotografi warna pertama yang sukses secara komersial. Louis juga bereksperimen dengan sinematografi stereoskopik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....