Fakta Mengenai Suku Khoisan: Suku Tertua di Dunia

  • 23 Feb 2026 10:02 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Dalam narasi sejarah manusia, pencarian mengenai siapa yang pertama kali mendiami bumi selalu merujuk pada Benua Afrika. Berdasarkan penelitian genetika modern, kelompok masyarakat Khoisan di Afrika bagian selatan diakui sebagai pemilik garis keturunan manusia paling kuno yang masih ada hingga saat ini. Berikut beberapa informasi atau fakta mengenai suku Khoisan :

  1. Penelitian DNA menunjukkan bahwa suku Khoisan (gabungan dari kaum pemburu-pengumpul Khoi dan San) telah terpisah dari garis keturunan manusia lainnya sekitar 100.000 hingga 150.000 tahun yang lalu.Ini berarti, ketika kelompok manusia lain mulai bermigrasi keluar Afrika dan berkembang menjadi berbagai etnis di dunia, suku Khoisan tetap berada di wilayah asal mereka dengan struktur genetik yang sangat murni dan sedikit perubahan selama milenium.

  2. Salah satu ciri paling khas dari suku Khoisan adalah bahasa mereka. Mereka menggunakan konsonan "klik" yang dihasilkan dari lidah dan langit-langit mulut. Bahasa ini dianggap sebagai salah satu bahasa paling rumit di dunia. Para ahli linguistik percaya bahwa bunyi klik ini mungkin merupakan sisa-sisa dari bentuk komunikasi manusia paling awal sebelum bahasa modern berkembang.

  3. Selama ribuan tahun, suku Khoisan bertahan hidup sebagai pemburu-pengumpul di lingkungan yang keras, seperti Gurun Kalahari. Mereka memiliki pengetahuan luar biasa tentang alam seperti contohnya mengenal ratusan jenis tanaman untuk makanan dan obat-obatan, menggunakan panah berujung racun yang berasal dari larva kumbang atau getah tanaman tertentu untuk berburu atau mempertahankan diri. Dari segi ketahanan fisik, tubuh mereka telah beradaptasi untuk menyimpan air dan nutrisi secara efisien di lingkungan yang gersang.

  4. Meskipun menyandang predikat sebagai "nenek moyang" manusia modern, keberadaan suku Khoisan kini terancam. Hilangnya lahan ulayat akibat industrialisasi dan diskriminasi sosial membuat pola hidup tradisional mereka perlahan menghilang. Banyak dari mereka kini berjuang untuk mendapatkan hak atas tanah leluhur agar pengetahuan kuno tentang cara hidup selaras dengan alam tidak punah ditelan zaman.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....