China Tingkatkan Penggunaan Teknologi Penyemaian Awan yang Kontroversi

  • 18 Feb 2026 08:34 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Beijing :Pemerintah China semakin gencar memperluas penggunaan teknologi cloud seeding atau penyemaian awan, teknologi yang bertujuan mengendalikan curah hujan dan kondisi cuaca sebagai respons terhadap kekeringan serta perubahan iklim yang semakin ekstrem. Seperti diberitakan oleh BBC Future (03-02-2026) dalam artikel berjudul “Why China is pushing controversial cloud seeding tech”.

Dalam praktiknya, cloud seeding dilakukan dengan menyemai partikel-partikel seperti perak iodida (silver iodide) ke awan untuk mendorong pembentukan butiran air yang lebih besar sehingga meningkatkan peluang hujan. Teknik ini telah digunakan oleh China selama puluhan tahun, tetapi kini Beijing menargetkan penggunaan dalam skala lebih besar untuk mengatasi tekanan air dan mengatasi dampak cuaca ekstrem.

China telah mengembangkan program modifikasi cuaca yang luas dan dianggap yang terbesar di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini telah menguji berbagai metode, termasuk penggunaan pesawat tanpa awak (drone) yang membawa material penyemaian awan di wilayah seperti Xinjiang untuk memicu hujan di kawasan yang kering dan mengalami kekeringan berat.

Namun, teknologi ini tetap kontroversial. Para ilmuwan masih meragukan efektivitasnya karena hasilnya sulit dibuktikan secara ilmiah dan sering bergantung pada kondisi cuaca yang sudah mendukung hujan alami. Selain itu, ada kekhawatiran dampak jangka panjangnya terhadap lingkungan serta potensi efeknya pada sistem iklim lokal dan regional jika dilakukan terus-menerus.

Beijing menyatakan penggunaan cloud seeding adalah bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim dan mitigasi kekeringan, meskipun kritik global menyarankan studi lebih lanjut sebelum teknologi ini diadopsi secara besar-besaran. Kontroversi ini menunjukkan bahwa upaya manusia untuk “mengendalikan cuaca” masih berada di tengah perdebatan ilmiah dan etika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....