Mahasiswi UNEJ Raih Bronze Medal Nasional lewat SKINOMIC
- 05 Jan 2026 22:19 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Dua mahasiswi Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Jember (UNEJ), Fadhilah Ayu Savitri dan Hayatun Nafisah Ayu Qur’ana, meraih Bronze Medal (peringkat 6 besar) pada ajang National Empowerment Innovation Research and Art 2 (NEIRA 2). Kompetisi ini diselenggarakan oleh Sentosafondation bekerja sama dengan STIMATA di Malang Creative Center.
Prestasi tersebut diraih melalui esai berjudul “Revolusi Skincare Sebagai Gerakan Ekologis Melalui SKINOMIC: Integrasi Mikrobioma Kulit dan Bioinformatika dalam Sistem One Health”. Karya ini mengangkat isu kesehatan kulit dari sudut pandang ekologi dan keberlanjutan dengan pendekatan One Health, yang memandang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan.
Fadhilah menjelaskan bahwa kulit manusia bukan sekadar pelindung tubuh, melainkan ekosistem biologis yang kompleks.
“Kesehatan kulit sangat dipengaruhi oleh keseimbangan mikrobioma. Ketika keseimbangan ini terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga berkaitan dengan lingkungan di sekitarnya,” ujar Fadhilah Senin (5/1/2026).
Melalui gagasan SKINOMIC, keduanya mengusulkan pengembangan platform web berbasis bioinformatika untuk menganalisis mikrobioma kulit secara personal. Platform ini diharapkan dapat membantu masyarakat memilih produk skincare yang lebih aman, efektif, serta ramah lingkungan.
Hayatun menambahkan, pendekatan tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap praktik industri skincare yang masih banyak menggunakan bahan kimia antimikroba non-selektif, berjejak karbon tinggi, dan menghasilkan limbah mikroplastik.
“SKINOMIC mendorong penggunaan produk skincare yang tidak merusak mikrobioma kulit sekaligus tidak mencemari ekosistem air dan tanah. Ini sejalan dengan konsep One Health,” jelasnya.
Ke depan, melalui prestasi yang diraih pada 15 November 2025 tersebut, Fadhilah dan Hayatun berharap gagasan SKINOMIC dapat mendorong pengembangan riset mikrobioma kulit tropis, penguatan regulasi bahan kosmetik berbasis dampak mikroekologi, serta kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem skincare berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....