IoT Deteksi Sumbatan Aeroponik, Solusi Cerdas Mahasiswa Polije
- 25 Sep 2025 20:00 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Sebuah terobosan teknologi pertanian lahir di Laboratorium Teknik Tata Air Politeknik Negeri Jember (Polije). Alat deteksi sumbatan berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan mahasiswa Polije siap membantu petani dan praktisi agribisnis mengurangi risiko gagal panen pada sistem aeroponik.
Alat ini menggunakan sensor sumbatan dan mikrokontroler ESP32 yang terkoneksi dengan aplikasi Blynk. Begitu aliran nutrisi terhambat, perangkat mengirimkan notifikasi “Sumbat Nutrisi Kurang” ke ponsel atau komputer hanya dalam 2,5 detik. Kecepatan respons ini menjadi keunggulan utama untuk mencegah kerusakan tanaman lebih lanjut.
Hasil pengujian menunjukkan akurasi deteksi mencapai 70–80 persen dengan stabilitas tekanan 0,2 bar. Uji coba pada tanaman selada membuktikan, panen bisa dipercepat menjadi 28 hari dengan bobot rata-rata 100–200 gram per batang.
Penelitian ini merupakan bagian dari proyek “Perancangan dan Implementasi Sistem Deteksi Sumbatan Otomatis pada Greenhouse dengan Instalasi Aeroponik Berbasis IoT” yang berlangsung sejak 1 Juli hingga 29 November 2025. Proyek ini dipimpin oleh Dimas Sujono Putro, A.Md, dengan dukungan dana Rp10 juta dari PNBP Polije.
“Alat ini hadir untuk menjawab masalah klasik sumbatan nozzle yang sering menjadi penyebab gagal panen. Dengan deteksi otomatis, kerugian bisa ditekan, dan efisiensi produksi meningkat,” ujar Dimas, Rabu (24/9/2025).
Ke depan, alat ini akan diintegrasikan dengan penyimpanan data berbasis cloud, diuji di skala industri, dan diajukan paten. Tim pengembang juga berencana menjadikannya sebagai educational kit untuk mendukung pembelajaran mahasiswa.
Dengan teknologi ini, Polije berupaya memperkuat pertanian modern sekaligus mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....