PWRI Lumajang Jadikan Maulid Nabi Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

  • 05 Sep 2026 19:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.iD, Lumajang - Keluarga besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Lumajang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan”, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PWRI Kabupaten Lumajang tersebut dihadiri unsur penasihat, pengurus kabupaten, serta ketua dan sejumlah anggota PWRI kecamatan se-Kabupaten Lumajang.

Ketua PWRI Kabupaten Lumajang, Endang Istijowati, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk melakukan evaluasi diri sekaligus meningkatkan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya menjadi momentum untuk mengevaluasi diri dan menerapkan akhlakul karimah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Endang.

Ia menambahkan, memasuki usia lanjut merupakan fase kehidupan yang memiliki tantangan tersendiri. Kekuatan fisik mulai berkurang dan seseorang tidak jarang mulai lebih banyak merenungkan makna kehidupan. Dalam kondisi tersebut, iman dan ketakwaan menjadi pegangan penting dalam menjalani kehidupan.

Sementara itu, mewakili jajaran penasihat PWRI Kabupaten Lumajang, Djasmari menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Djasmari juga mengajak seluruh keluarga besar PWRI untuk terus meningkatkan iman dan takwa melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk menghadiri majelis taklim dan pengajian bagi para lansia.

“Ketika masih muda, kita banyak mengejar dunia. Memasuki usia tua, sudah saatnya kita lebih meningkatkan bekal untuk akhirat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Islam Syarifuddin Lumajang, Dr. KH. Abdullah Mufid, MA, selaku penceramah, mengupas keterkaitan antara keberkahan, panjang usia, dan kualitas kehidupan di usia lanjut.

Menurut Abdullah Mufid, panjang usia saja belum cukup. Usia yang panjang akan menjadi lebih bermakna apabila diiringi keberkahan dan kualitas amal yang baik.

“Panjang usia merupakan nikmat apabila digunakan untuk beribadah, berbuat baik, dan memberikan manfaat bagi sesama. Namun, usia yang panjang juga dapat menjadi ujian apabila digunakan untuk bermaksiat atau menyusahkan orang lain,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kehidupan yang berkualitas ditandai dengan semakin bertambahnya kebaikan dan hadirnya keridaan Allah SWT. Hal tersebut antara lain tercermin dari kondisi kesehatan yang baik, kehidupan yang sederhana namun cukup, harta yang diperoleh secara halal, serta mengakhiri kehidupan dalam keadaan husnul khatimah.

Abdullah Mufid menegaskan bahwa kualitas kehidupan yang semakin baik menjadi salah satu tanda bahwa usia yang diberikan Allah SWT memperoleh keberkahan.

Ia kemudian mengingatkan pesan Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang dipanjangkan umurnya dan semakin baik amalnya.

“Karena itu, yang terpenting bukan sekadar berapa panjang usia kita, tetapi bagaimana usia tersebut diisi dengan amal kebaikan yang memberikan manfaat dan mendatangkan rida Allah SWT,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....