Warga Yosowilangun Kidul Kini Punya Ruang Belajar
- 28 Agt 2026 20:58 WIB
- Jember
RRI.CO.ID,Lumajang- Anak-anak dan masyarakat Desa Yosowilangun Kidul kini memiliki ruang belajar yang lebih dekat untuk membaca, mencari informasi, dan mengembangkan pengetahuan. Kehadiran Perpustakaan Desa Harapan Bunda diharapkan menjadi fasilitas publik yang hidup dan dimanfaatkan bersama untuk memperkuat budaya literasi dari tingkat desa.
Bupati Lumajang Indah Amperawati meresmikan Gedung Perpustakaan Desa Harapan Bunda di Desa Yosowilangun Kidul, Rabu 26 Agustus 2026, Perpustakaan tersebut dibangun secara bertahap menggunakan Dana Desa dengan total anggaran Rp110 juta.
Tahap pertama pembangunan pada 2025 menggunakan anggaran Rp68 juta, kemudian dilanjutkan tahap kedua pada 2026 sebesar Rp42 juta. Gedung perpustakaan memiliki ukuran 5 x 6,5 meter.
Bunda Indah mengatakan, manfaat perpustakaan akan terasa apabila masyarakat menjadikannya sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Karena itu, ia mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan fasilitas tersebut.
“Perpustakaan ini jangan hanya menjadi gedung. Saya berharap benar-benar dimanfaatkan masyarakat, terutama anak-anak. Jadikan tempat ini sebagai ruang untuk belajar, membaca, dan menambah pengetahuan,” ujarnya.
Bagi anak-anak, perpustakaan dapat menjadi tempat yang aman dan dekat untuk membangun kebiasaan membaca. Sementara bagi masyarakat umum, keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi, belajar keterampilan, berdiskusi, maupun mengembangkan pengetahuan yang mendukung kehidupan sehari-hari.
Bunda Indah menilai, pembangunan fasilitas literasi merupakan investasi jangka panjang karena manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.
“Pembangunan seperti ini sangat penting. Karena yang kita bangun bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga manusianya,” katanya.
Ia berharap pengelolaan perpustakaan ke depan tidak hanya berfokus pada penyediaan dan peminjaman buku. Ruang tersebut dapat dikembangkan menjadi pusat kegiatan masyarakat, seperti kelas belajar anak, diskusi, pelatihan keterampilan, kegiatan literasi digital, hingga aktivitas kreatif bagi generasi muda.
“Kalau fasilitasnya sudah ada, mari kita hidupkan bersama. Anak-anak datang, masyarakat datang, membaca, belajar, dan mendapatkan pengetahuan baru,” tuturnya.
Keberadaan perpustakaan juga membuka kesempatan bagi orang tua untuk ikut membangun kebiasaan membaca di dalam keluarga. Pendampingan sederhana seperti menemani anak membaca dan berdiskusi tentang isi buku dapat membantu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kemampuan berpikir anak.
Agar manfaatnya semakin luas, masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga fasilitas, merawat koleksi, dan ikut menghidupkan kegiatan di dalamnya. Perpustakaan akan semakin bernilai ketika menjadi ruang bersama yang aktif, bukan hanya tempat menyimpan buku.
Dari fasilitas yang dibangun melalui Dana Desa tersebut, masyarakat Yosowilangun Kidul kini memiliki modal baru untuk memperluas akses pengetahuan. Jika dikelola secara kolaboratif dan terus dikembangkan, Perpustakaan Desa Harapan Bunda dapat tumbuh menjadi ruang belajar bersama yang membantu anak-anak, keluarga, dan masyarakat meningkatkan kapasitas diri. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....