Karhutla Ranupani Terkendali, Warga Tetap Diminta Waspada Cegah Api Kembali
- 26 Agt 2026 19:41 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Sentong, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, berhasil dikendalikan tim gabungan pada Selasa (25/8/2026). Meski api telah terkendali, proses pendinginan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dengan luas area terdampak sementara diperkirakan sekitar satu hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan penanganan dilakukan secara cepat dengan melibatkan berbagai unsur untuk mencegah api meluas.
“Benar, dan api sudah bisa dikendalikan,” kata Isnugroho.
Setelah api terkendali, tim gabungan melanjutkan proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersisa dapat ditangani sehingga risiko munculnya titik api kembali dapat ditekan.
“Hingga sore ini tim gabungan masih melakukan pendinginan,” ujarnya.
Penanganan melibatkan BPBD Lumajang, Polsek Senduro, Koramil Senduro, Perhutani, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta masyarakat.
Bagi masyarakat, kondisi api yang telah terkendali bukan berarti kewaspadaan dapat dihentikan. Kawasan yang baru mengalami kebakaran masih perlu dipantau karena bara yang tersisa berpotensi kembali menjadi sumber api.
Masyarakat di sekitar kawasan hutan juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Salah satunya dengan memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang dan tidak menyalakan api sembarangan di kawasan yang mudah terbakar.
“Perokok agar memastikan membuang puntung rokok dalam kondisi padam, dan hal-hal lain yang bisa memicu terjadinya kebakaran,” kata Isnugroho.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada petugas apabila melihat asap, bara, atau indikasi munculnya titik api. Informasi yang cepat dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih awal sebelum api meluas.
Pencegahan karhutla menjadi penting karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kawasan yang terbakar, tetapi juga dapat mengganggu ekosistem, kualitas lingkungan, serta aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Karena itu, penanganan karhutla perlu dilakukan melalui dua sisi, yakni respons cepat ketika kebakaran terjadi dan pencegahan yang melibatkan masyarakat sejak sebelum munculnya api.
Kolaborasi BPBD, aparat keamanan, pengelola kawasan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga Ranupani. Kesadaran warga untuk tidak menjadi sumber munculnya api sekaligus cepat melaporkan potensi kebakaran menjadi kontribusi sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi keselamatan lingkungan.
Dengan api yang telah terkendali dan proses pendinginan yang masih berlangsung, masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengutamakan informasi dari petugas dan kanal resmi pemerintah.
Menjaga Ranupani dari kebakaran bukan hanya tugas petugas di lapangan, tetapi tanggung jawab bersama. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....