KIM Lumajang Dorong Informasi Desa Lebih Aktif dan Tepercaya

  • 21 Agt 2026 21:38 WIB
  •  Jember

Informasi tentang kegiatan, potensi, dan persoalan di lingkungan desa tidak selalu harus datang dari pusat pemerintahan. Warga juga dapat mengambil peran untuk mengolah dan menyebarluaskan informasi dari lingkungannya secara bertanggung jawab. Peran tersebut salah satunya dijalankan melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang terus didorong untuk menjadi bagian dari ekosistem informasi publik di Kabupaten Lumajang.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang, Reza Kurniawan, S.IP., menyampaikan hal tersebut dalam Talkshow Jelita (Jelajah Informasi dan Berita) yang disiarkan LPPL Radio Suara Lumajang, Rabu (19/8/2026). Talkshow mengangkat tema “Desa/Kelurahan Bicara, Warga Berdaya: Peran KIM Membangun Ekosistem Informasi Publik yang Sehat”.

Menurut Reza, KIM memiliki posisi penting karena tumbuh dari lingkungan masyarakat. Keberadaannya dapat menjadi ruang bagi warga untuk mengenali berbagai informasi di sekitarnya, mengolahnya menjadi informasi yang bermanfaat, kemudian menyampaikannya kepada masyarakat secara lebih luas.

“KIM dapat menjadi wadah yang membantu masyarakat menyampaikan berbagai informasi mengenai kegiatan maupun potensi yang ada di wilayahnya sehingga dapat diketahui oleh masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.

RRI.CO.ID, Lumajang - Peran tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima informasi. Warga dapat ikut mendokumentasikan kegiatan, mengenalkan potensi desa, menyampaikan informasi yang dibutuhkan lingkungan, hingga memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.

Namun, semakin aktifnya masyarakat dalam mengelola informasi juga perlu diikuti kemampuan memilah informasi yang benar. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Lumajang, Joko Sri Mardiyanto, S.H., mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang diterima.

“Masyarakat diharapkan teliti dalam memilah berita. Kalau sudah ada cantuman nama penulis, terverifikasi aman,” jelasnya.

Menurut Joko, arus informasi yang semakin cepat perlu diimbangi dengan kecakapan masyarakat dalam mengenali sumber informasi. Identitas penulis dan sumber berita dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan, namun masyarakat juga perlu memastikan informasi berasal dari sumber yang kredibel dan tidak sekadar meneruskan kabar yang belum jelas kebenarannya.

Dalam konteks tersebut, KIM memiliki peluang untuk menjadi bagian dari upaya membangun budaya informasi yang lebih sehat. Informasi yang berasal dari masyarakat dapat dihimpun, diverifikasi, kemudian dikemas menjadi konten yang informatif dan mudah dipahami.

Ketua KIM Kapuharjo, Yayak Ari Kurniawan, mengatakan KIM dapat berperan dalam memberikan edukasi sekaligus membangun kemitraan dengan berbagai pihak di lingkungan masyarakat.

“KIM ini sangat berharga dan penting. KIM Kapuharjo memberikan edukasi kepada masyarakat dan bermitra dengan mereka yang ada di wilayah Lumajang,” ungkapnya.

Menurut Yayak, banyak kegiatan dan potensi di lingkungan masyarakat yang sebenarnya memiliki nilai informasi. Kegiatan warga, produk lokal, aktivitas sosial, budaya, maupun berbagai potensi desa dapat dihimpun dan diolah menjadi konten yang memiliki nilai publikasi.

Dengan cara tersebut, masyarakat dapat mengambil peran sebagai sumber sekaligus penghasil informasi dari lingkungan sendiri. KIM dapat membantu mengemas informasi tersebut melalui narasi yang menarik, informatif, dan tetap memperhatikan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.

Peran KIM sebagai jembatan informasi masyarakat juga membutuhkan kemampuan yang terus dikembangkan. Karena itu, komunikasi dan pertemuan antara Dinas Kominfo dengan pegiat KIM menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dalam mengolah informasi dan membangun narasi publik.

Bagi masyarakat desa dan kelurahan, keberadaan KIM dapat memberikan manfaat ketika informasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Informasi tentang layanan, kegiatan masyarakat, potensi ekonomi, budaya lokal, maupun berbagai hal positif di lingkungan sekitar dapat lebih mudah dikenal ketika ada warga yang aktif mengelolanya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan KIM juga menjadi penting untuk memperkuat literasi masyarakat. Informasi lokal yang dikelola secara bertanggung jawab dapat menjadi penyeimbang terhadap informasi yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Reza berharap para pegiat KIM di Kabupaten Lumajang terus mengembangkan perannya dan konsisten mengangkat potensi yang ada di lingkungan masing-masing. DPRD Kabupaten Lumajang, menurutnya, turut mendukung keberadaan KIM sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

“Harapannya teman-teman KIM di Lumajang tetap semangat untuk mempublikasikan potensi-potensi yang ada di Lumajang,” harapnya.

Pada akhirnya, KIM bukan sekadar kelompok yang membuat konten. Ketika dikelola secara aktif dan bertanggung jawab, KIM dapat menjadi ruang bagi warga untuk belajar mengenali informasi, mengangkat potensi lokal, sekaligus ikut membangun komunikasi publik yang lebih sehat dari desa dan kelurahan. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/RizQ/Bob/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....