Lumajang Tebar 100 Ribu Benih Ikan Pulihkan Ekosistem Ranu Klakah

  • 03 Agt 2026 20:28 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang – Upaya menjaga kelestarian Ranu Klakah terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Lumajang menebarkan 50 ribu benih ikan lokal ke perairan Ranu Klakah dan menyalurkan 50 ribu benih ikan lainnya kepada kelompok pembudidaya sebagai bagian dari program restocking yang dipimpin langsung Bupati Lumajang, Indah Amperawati, di kawasan wisata Ranu Klakah, Kecamatan Klakah, Minggu (2/8/2026).

Program tersebut menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memulihkan keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha budidaya perikanan masyarakat. Penebaran benih di danau ditujukan untuk memperkuat populasi ikan di perairan umum, sedangkan bantuan benih kepada pembudidaya diharapkan mempercepat pemulihan produksi perikanan di kawasan Ranu Klakah.

Bunda Indah menegaskan bahwa restocking bukan sekadar kegiatan seremonial menebar benih ikan, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan sumber daya perikanan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Restocking bukan hanya kegiatan penebaran ikan, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan serta memulihkan keseimbangan ekosistem perairan. Ini adalah langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan sumber daya ikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi," ujarnya.

Benih yang ditebar merupakan jenis ikan lokal yang secara alami hidup di perairan umum seperti danau, sungai, dan rawa. Dengan karakter tersebut, benih diharapkan mampu beradaptasi dengan baik sehingga dapat memperkuat populasi ikan di Ranu Klakah, sementara bantuan benih kepada pembudidaya diharapkan mendukung keberlanjutan usaha budidaya ikan air tawar di kawasan tersebut.

Menurut Bunda Indah, keberhasilan program restocking tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Ia mengajak seluruh warga menjaga kelestarian danau dengan tidak melakukan penangkapan ikan secara merusak serta bersama-sama menjaga kualitas lingkungan perairan.

"Ranu Klakah adalah aset bersama yang harus kita jaga. Ketika ekosistemnya tetap lestari, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui sumber daya ikan yang terpelihara, lingkungan yang sehat, dan perekonomian yang terus tumbuh," katanya.

Pelaksanaan restocking yang bertepatan dengan Festival Pacu Bithek menjadi simbol bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata. Ketiga aspek tersebut saling mendukung dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan Ranu Klakah.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap langkah tersebut semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem perairan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Ranu Klakah diharapkan tetap menjadi kawasan yang lestari, produktif, sekaligus mampu memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ferdian/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....