Cuaca Cerah Bisa Berubah dalam Hitungan Jam, BPBD Lumajang Ajak Warga Tetap Siaga

  • 03 Agt 2026 10:53 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Lumajang_ Langit yang cerah pada siang hari tidak selalu menjadi jaminan cuaca akan tetap bersahabat hingga malam. Masyarakat Kabupaten Lumajang diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan masih dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan perubahan cuaca yang berlangsung cepat merupakan kondisi yang perlu diantisipasi masyarakat. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas Gelombang Rossby pada periode 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 menjadi salah satu faktor atmosfer yang berpotensi mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Lumajang.

"Cuaca cerah pada siang hari yang kemudian berubah menjadi hujan pada sore atau malam hari merupakan kondisi yang dapat terjadi. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah aktivitas Gelombang Rossby yang sedang aktif," ujar Isnugroho, Kamis 30 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Gelombang Rossby merupakan fenomena atmosfer berskala besar yang memengaruhi pola pergerakan angin. Dalam kondisi tertentu, fenomena ini dapat meningkatkan peluang berkumpulnya massa udara lembap sehingga mendukung terbentuknya awan hujan.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca pada siang hari sebagai dasar merencanakan aktivitas. Warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun berada di kawasan rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang diminta lebih waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.

BPBD juga mengajak masyarakat untuk rutin memantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG, menghindari lokasi yang berisiko ketika hujan deras terjadi, serta segera melaporkan kejadian kedaruratan kepada BPBD Kabupaten Lumajang melalui layanan WhatsApp 0812-3457-0077.

Menurut Isnugroho, kesiapsiagaan menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Dengan memahami informasi cuaca dan menyesuaikan aktivitas sesuai kondisi di lapangan, masyarakat dapat meminimalkan potensi risiko yang mungkin timbul.

"Siaga itu keren, panik itu pilihan. Kami mengajak masyarakat tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi cuaca resmi agar dapat mengantisipasi potensi bencana akibat perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu," pungkasnya.

Melalui kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kepatuhan terhadap informasi cuaca resmi, diharapkan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman sekaligus mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh perubahan cuaca. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....