Dari Dasawisma, Perubahan Itu Dimulai
- 01 Jul 2026 17:30 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Pembangunan tidak selalu dimulai dari ruang rapat atau kebijakan besar. Di Kabupaten Lumajang, perubahan justru bertumbuh dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Dari kelompok dasawisma yang menjangkau rumah-rumah warga, kader-kader PKK hadir menjadi penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Kesadaran itulah yang menjadi semangat Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lumajang dalam memperkuat sinergi dengan perangkat daerah melalui Rapat Koordinasi dan Rapat Kerja yang digelar di Gedung Panti PKK serta Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (30/6/2026). Kolaborasi tersebut diarahkan agar berbagai program pemberdayaan keluarga dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif hingga tingkat RT dan dasawisma.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan kekuatan utama PKK terletak pada jaringan kader yang tersebar hingga lingkungan terkecil. Keberadaan mereka memungkinkan berbagai program pemerintah tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan aksi nyata.
"Sejatinya PKK memiliki kekuatan yang luar biasa karena kader-kader kita hadir di setiap RT bahkan hingga kelompok dasawisma. Potensi inilah yang harus kita optimalkan agar setiap program benar-benar menyentuh masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata," ujarnya.
Menurut Dewi Natalia, kader PKK selama ini menjadi mitra keluarga dalam berbagai upaya pemberdayaan masyarakat. Mereka berperan menyampaikan edukasi, membangun kesadaran, serta mendorong partisipasi warga dalam berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan keluarga, pendidikan anak, pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan rumah tangga, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga.
Dengan kedekatan tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat lebih cepat dikenali dan dicarikan solusi melalui kolaborasi bersama pemerintah desa, perangkat daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antarlembaga dan partisipasi masyarakat.
"Intinya kita harus berkolaborasi. Meskipun ada keterbatasan anggaran, pelaksanaan program dapat terus berjalan melalui sinergi dengan perangkat daerah sehingga tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tetap dapat tercapai," katanya.
Menurut Agus, jaringan kader PKK merupakan modal sosial yang sangat berharga karena mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat paling dekat dengan keluarga. Sinergi antara pemerintah daerah dan TP PKK menjadi langkah penting agar berbagai program pelayanan publik dapat diterima masyarakat secara lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Melalui penguatan kemitraan lintas sektor, TP PKK Kabupaten Lumajang berharap setiap kader semakin mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya. Tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepedulian, menggerakkan gotong royong, dan mendampingi keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Dari kelompok-kelompok dasawisma yang bekerja dengan semangat kebersamaan, perubahan itu tumbuh perlahan, menguatkan keluarga, mempererat kehidupan sosial, dan menjadi fondasi bagi lahirnya masyarakat Lumajang yang semakin mandiri, sehat, dan sejahtera. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Aj/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....