Pemkab Lumajang Perkuat Penanganan Hama Monyet Secara Terpadu

  • 30 Jun 2026 21:25 WIB
  •  Jember

RRICO.ID, Lumajang - Serangan hama monyet yang dalam beberapa tahun terakhir mulai mengganggu lahan pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lumajang. Untuk itu,berbagai instansi terkait duduk bersama menyusun langkah penanganan yang efektif sekaligus tetap memperhatikan aspek konservasi habitat satwa.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Hama Monyet yang digelar di Ruang Rapat Terbatas Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Senin (29/6/2026).

Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hari Susiati dan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Retno Wulan Andari, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Perhutani, POPT TPH Provinsi Jawa Timur,penyuluh pertanian,serta para camat dari Kecamatan Gucialit, Ranuyoso,Pronojiwo, dan Senduro.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa serangan monyet sebenarnya telah dirasakan petani sejak dua hingga tiga tahun terakhir, meski pada awalnya belum banyak dilaporkan secara resmi.

Berdasarkan data Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), kasus pertama yang terdokumentasi terjadi di Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit,dengan komoditas yang paling banyak terdampak adalah tanaman pisang dan kopi.

Berbagai upaya pengendalian telah diuji melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama petani. Beberapa metode yang diterapkan meliputi pemasangan jaring pelindung, penggunaan blongsong buah pisang dari kantong bekas pakan kucing yang diikat menggunakan kawat bendrat, pemasangan campuran terasi dan kapur barus yang dibungkus kain kasa di jalur lintasan monyet, serta pemasangan penanda berwarna merah pada tanaman pisang.

Dari sejumlah metode tersebut,penggunaan blongsong buah dan campuran terasi dengan kapur barus dinilai paling efektif. Hasil demplot menunjukkan kedua cara tersebut mampu menekan tingkat serangan monyet secara signifikan sehingga akan menjadi acuan untuk diterapkan di wilayah lain yang mengalami permasalahan serupa.

Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Gucialit menjelaskan, berdasarkan informasi dari Taman Botani,monyet memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi sehingga pola penanganannya harus dilakukan secara tepat dan berkelanjutan, Sementara itu, Jember Mini Zoo turut memberikan penjelasan mengenai perbedaan karakteristik antara kera dan monyet sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pengendalian.

Dalam rapat juga disampaikan bahwa BKSDA sebelumnya telah menyatakan kesiapan memberikan bantuan berupa kerangkeng sebagai salah satu alternatif penanganan.Di sisi lain, Camat Ranuyoso melaporkan serangan monyet juga terjadi di Desa Jenggrong dan Desa Ranu Bedali, yang selama ini masih ditangani secara manual dengan menghalau satwa saat memasuki lahan pertanian.

Perhutani menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup, monyet ekor panjang tidak termasuk satwa yang dilindungi. Karena itu, penanganannya menjadi bagian dari koordinasi pemerintah daerah, sedangkan kewenangan BKSDA lebih difokuskan pada penanganan satwa di luar kawasan hutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain penanganan jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pendekatan konservasi.

Dinas Lingkungan Hidup akan berkoordinasi dengan BPSDHL untuk mengajukan bantuan bibit tanaman buah yang akan ditanam sebagai bagian dari upaya pemulihan habitat alami,sehingga keberadaan monyet tidak lagi bergantung pada lahan pertanian masyarakat sebagai sumber pakan.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan memperluas penerapan metode pengendalian yang terbukti efektif dari Kecamatan Gucialit ke wilayah terdampak lainnya. Koordinasi dengan BKSDA Probolinggo juga akan terus diperkuat, disertai optimalisasi peran penyuluh pertanian dalam mengidentifikasi serangan sejak dini dan mendampingi petani menerapkan metode pengendalian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap penanganan hama monyet dapat dilakukan secara lebih efektif,sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan.(Kominfo-Fb)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....