Desa Gesang Jadi Titik Awal, Lumajang Dorong Keamanan Berbasis Teknologi

  • 20 Mei 2026 15:09 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai menggeser orientasi pembangunan desa dari dominasi pembangunan fisik menuju penguatan kualitas hidup warga. Salah satu langkah yang kini didorong adalah menjadikan sistem keamanan berbasis teknologi sebagai standar baru pembangunan desa, agar masyarakat tidak hanya menikmati infrastruktur, tetapi juga rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.

Arah tersebut mulai terlihat di Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, melalui pemanfaatan Dana Dusun untuk pemasangan 32 titik CCTV di lima dusun serta penguatan penerangan jalan umum. Kebijakan ini dinilai sebagai model pembangunan desa yang lebih adaptif, karena anggaran publik digunakan untuk menghadirkan perlindungan sosial secara langsung di lingkungan masyarakat.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa desa saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding masa lalu. Jika sebelumnya pembangunan berfokus pada akses jalan, irigasi, dan sarana fisik, maka ke depan keamanan warga menjadi kebutuhan yang sama pentingnya.

“Desa tidak cukup hanya membangun jalan. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini juga rasa aman. CCTV dan penerangan adalah bentuk perlindungan yang langsung dirasakan warga. Pembangunan harus menjawab itu,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, pemasangan CCTV menandai perubahan cara pandang pembangunan. Keamanan kini dipahami sebagai bagian dari pelayanan dasar, bukan pelengkap. Ketika desa memiliki sistem pengawasan yang baik, potensi kriminalitas, gangguan ketertiban, maupun risiko sosial dapat dicegah lebih dini.

Substansi penting dari kebijakan ini adalah munculnya paradigma baru bahwa kualitas pembangunan tidak lagi hanya diukur dari apa yang terlihat secara fisik, tetapi dari sejauh mana warga merasa terlindungi. Jalan yang baik memang penting, namun tanpa lingkungan yang aman, kualitas hidup masyarakat tetap belum utuh.

Keamanan berbasis teknologi juga menjadi fondasi desa modern. Sistem pengawasan membantu desa mengelola mobilitas masyarakat, memantau titik rawan, serta mempercepat koordinasi ketika terjadi gangguan. Dengan demikian, desa tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi memiliki kemampuan mengelola risiko sosial secara lebih cerdas.

“Ke depan semua dusun akan diarahkan memiliki CCTV dan PJU. Ini bukan sekadar fasilitas, tetapi investasi perlindungan masyarakat. Desa harus maju, aman, dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” tegas Bupati.

Dalam konteks pembangunan daerah, langkah ini memiliki nilai strategis. Keamanan lingkungan yang terjaga akan berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi, kelancaran interaksi sosial, serta kenyamanan warga dalam bekerja, belajar, dan menjalankan kehidupan keluarga.

Pemanfaatan Dana Dusun di Desa Gesang menjadi contoh bahwa anggaran desa dapat digunakan lebih progresif. Bukan hanya membangun sarana, tetapi menciptakan sistem yang menjaga warga dari risiko sosial yang sering tidak terlihat, namun sangat memengaruhi kesejahteraan.

Melalui langkah ini, Lumajang sedang menegaskan arah baru pembangunan desa: desa maju bukan sekadar desa yang banyak membangun fisik, tetapi desa yang mampu menghadirkan perlindungan, ketertiban, dan rasa aman.

Teknologi menjadi alat, sementara tujuan utamanya adalah memastikan kualitas hidup masyarakat meningkat sampai pada lingkup dusun sebagai ruang hidup paling dekat dengan warga. (MC Kab. Lumajang/Ard/An-m)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....