TP PKK Lumajang Perkuat Gerakan Genting

  • 08 Mei 2026 08:58 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang- Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan menyangkut kualitas generasi masa depan Indonesia.

Hal itu disampaikan Dewi Natalia saat memberikan edukasi kepada kader dan ibu-ibu dalam kegiatan pendampingan keluarga berisiko stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), di Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kamis (07/05/2026).

Menurutnya, stunting memiliki dampak panjang terhadap perkembangan kognitif, afektif, hingga psikomotor anak. Jika tidak ditangani secara serius, kondisi tersebut dapat memengaruhi prestasi belajar, produktivitas, bahkan meningkatkan risiko penyakit degeneratif saat dewasa.

“Stunting bukan hanya masalah pendek. Dampaknya bisa memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan menjadi sangat penting,” ujar Dewi Natalia.

Ia menjelaskan, program Genting hadir sebagai bentuk kepedulian sosial yang mempertemukan orang tua asuh dengan keluarga berisiko stunting. Melalui program tersebut, bantuan tidak hanya berupa pemenuhan nutrisi, tetapi juga pendampingan serta edukasi kesehatan keluarga.

TP PKK Lumajang juga terus mendorong keterlibatan aktif kader PKK hingga tingkat desa untuk mendampingi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga kurang mampu agar memperoleh akses gizi dan layanan kesehatan yang memadai.

“Yang kita bangun bukan hanya kesehatan anak hari ini, tetapi fondasi generasi yang sehat, cerdas, dan kuat untuk masa depan bangsa,” tegasnya.

Dewi Natalia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, konsumsi tablet tambah darah, serta pemenuhan protein hewani bagi ibu hamil dan balita. Ia menilai posyandu memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi dan pemantauan tumbuh kembang anak di masyarakat.

Tak hanya fokus pada aspek kesehatan, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga memperkuat dukungan sosial bagi warga yang menjalani pengobatan di luar daerah. Salah satunya melalui penyediaan rumah singgah “Graha Lumajang” di Surabaya yang diperuntukkan bagi pasien rujukan dan keluarga pendamping.

Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat, terutama keluarga rentan yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Dengan sinergi antara pemerintah, TP PKK, kader kesehatan, dan masyarakat, Lumajang optimistis mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas.(Kominfo-lmj/Ard)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....