Pakak Kresek: Pisang Jawara Lumajang yang Mulai Diburu Sejak Masih Bibit
- 04 Mei 2026 19:52 WIB
- Jember
RRI.CO.OD,Lumajang- Harapan baru bagi petani kembali tumbuh dari sektor pertanian. Di Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, pisang lokal unggulan bernama Pakak Kresek Majang kini mencuri perhatian. Bukan hanya karena kualitasnya yang unggul, tetapi juga karena nilai ekonominya yang tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan.
Semangat para petani terlihat dari kegiatan Sekolah Lapang (SL) mandiri yang digelar di lahan seluas 0,4 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Pager Gunung, Dusun Lemah Gatel, Desa Jengrong. Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), bekerja sama dengan PT. Pupuk Kalimantan Timur dan Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA).
Dari sekitar 350 pohon pisang yang baru berusia lima bulan, hasilnya sudah menunjukkan perkembangan menggembirakan.
Tanaman terlihat sehat, subur, dan mulai memunculkan anakan. Menariknya, pisang Pakak Kresek dikenal memiliki ketahanan terhadap penyakit serius seperti layu Fusarium dan Pseudomonas, yang selama ini menjadi momok bagi petani pisang.
Ketua Poktan Pager Gunung, Sarui, mengungkapkan optimismenya. Ia menyebutkan bahwa meski tanaman belum berbuah, permintaan bibit sudah berdatangan.
“Alhamdulillah, kami sudah mendapat pesanan sekitar 300 batang bibit,Ini menunjukkan potensi besar pisang ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sementara itu, Petugas POPT Kecamatan Ranuyoso, Reza Woro Prasasti, SP, menjelaskan bahwa para petani kini mulai mandiri dalam pembibitan. Mereka memanfaatkan teknik pecah bonggol yang kemudian disemai di polybag.
“Dengan cara ini, petani bisa menghemat biaya hingga jutaan rupiah sekaligus memahami karakter tanaman sejak awal,” jelasnya.
Koordinator POPT Kabupaten Lumajang, Waspodo Budi, menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan ilmu dalam Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Salah satunya melalui penggunaan agen hayati seperti Trichoderma dan Metarizium untuk meningkatkan kesehatan tanah.
“Ibarat berangkat kemah, kalau perbekalan lengkap, segala tantangan bisa diantisipasi,Begitu pula dalam budidaya pisang,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua P3NA Jawa Timur menegaskan bahwa wilayah utara Lumajang kini memiliki primadona baru yang harus dijaga bersama. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan distribusi bibit agar harga tetap stabil dan tidak kehilangan identitas daerah, seperti yang pernah terjadi pada komoditas lain.
“Ke depan, kami berharap ada kawasan budidaya pisang monokultur sebagai etalase. Ini penting agar Pakak Kresek tetap menjadi kebanggaan Lumajang,” tegasnya.
Dengan sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah, pisang Pakak Kresek Majang berpeluang besar menjadi ikon baru pertanian Lumajang, bukan hanya sebagai komoditas unggulan, tetapi juga simbol kemandirian dan kesejahteraan petani lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....