Gerakan “Jalur Langit” Lawan Wereng: Doa dan Aksi Nyata Petani Lumajang Bersatu
- 01 Mei 2026 20:53 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Luamjang - Di tengah rintik hujan awal Mei yang bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), suasana berbeda tampak di hamparan sawah Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono.
Para petani bersama tokoh agama dan petugas lapangan menggelar Gerakan Pengendalian (GERDAL) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Wereng Batang Coklat (WBC) dengan pendekatan unik: memadukan ikhtiar teknis dan spiritual melalui metode “jalur langit”.
Kegiatan yang dipusatkan di sebuah warung di tengah sawah ini dipimpin oleh KH. Drs. As'ad Malik,MAg, Bupati Lumajang periode 2013 - 2015, Hadir dalam kegiatan tersebut Kelompok Tani (Poktan) Gempol Makmur, Poktan Manggis, para santri, petugas POPT Sukodono, petani penggarap, serta unsur pendukung lainnya.
GERDAL kali ini merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan sebelumnya. Sebelumnya, telah dilakukan penyemprotan pestisida di area seluas 40 hektare yang berpotensi terdampak serangan WBC.Upaya tersebut kini diperkuat dengan doa bersama (istighosah), sebagai bentuk ikhtiar menyeluruh menghadapi ancaman hama.
Dalam sambutannya, KH. As’ad Malik,MAg menegaskan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh langkah teknis, tetapi juga spiritual.
“Ikhtiar harus lengkap dan berjalan bersama. Selain penyemprotan, kita juga harus memohon perlindungan kepada Allah SWT. Pertanian kita tidak lepas dari kearifan lokal, di mana doa menjadi bagian penting dari keberhasilan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator POPT Kabupaten Lumajang, Waspodo Budi, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem saat ini berpotensi memicu peningkatan serangan OPT.
“Pengamatan rutin dan GERDAL yang berkelanjutan adalah kunci keberhasilan panen.Ditambah dengan doa, tentu menjadi kekuatan tersendiri,” ungkapnya,
Ia juga menyoroti keterbatasan jumlah petugas POPT yang hanya sembilan orang untuk melayani 21 kecamatan di Lumajang.Meski demikian,semangat petugas di lapangan tetap tinggi.
“Meski hari ,teman-teman tetap gas pol mendampingi petani,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Jawa Timur, Iskhak Subagio.
Ia menilai kolaborasi antara tokoh agama, petani, dan petugas lapangan menjadi contoh nyata sinergi yang patut ditiru.
“Secara tupoksi, POPT hanya memberi rekomendasi teknis. Tapi di lapangan mereka hadir langsung, memberi solusi nyata. Ini yang dibutuhkan petani: respons cepat dan kreatif,” tegasnya.
Iskhak berharap konsep “gerdal jalur langit” ini dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lain di seluruh Kabupaten Lumajang, sebagai bentuk pengendalian OPT yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga kekuatan spiritual dan kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan pertanian modern, nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.( Iskhak,Fend)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....