Lumajang Perkuat Intervensi Ibu Hamil Berisiko
- 29 Apr 2026 10:03 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang- Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lumajang terus menunjukkan arah yang semakin progresif. Melalui kegiatan Jatim Terbaik’s (Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting), pemerintah daerah bersama berbagai pihak memperkuat intervensi sejak hulu, khususnya pada ibu hamil dengan risiko tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Pasirian, Selasa (28/4/2026) ini menjadi langkah strategis untuk menekan faktor utama penyebab stunting, seperti anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas edukasi, tetapi juga intervensi berkelanjutan selama periode krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan dengan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan ibu.
“Melalui Jatim Terbaik’s, kita tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan dan intervensi nyata. Ini penting agar risiko stunting bisa ditekan sejak awal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Menurutnya, pola asuh, asupan gizi seimbang, serta akses terhadap layanan kesehatan menjadi faktor kunci dalam menentukan kualitas generasi yang akan lahir.
Selain edukasi, peserta diarahkan untuk menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh. Mulai dari konsumsi gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan rutin minimal enam kali, hingga pemenuhan asupan zat besi dan istirahat yang cukup.
Program ini juga diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor. Dukungan dari Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur menghadirkan bantuan paket intervensi bagi ibu hamil berisiko, sekaligus memperkuat keberlanjutan program di daerah.
Lebih jauh, TP PKK Kabupaten Lumajang menargetkan pembentukan desa-desa dampingan sebagai bagian dari gerakan “Zero New Stunting” pada 2026. Pendampingan intensif akan difokuskan pada keluarga berisiko untuk memastikan tidak muncul kasus baru stunting.
“Kami ingin memastikan gerakan ini tidak berhenti di seremoni, tetapi benar-benar berdampak. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis Lumajang mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tambahnya.
Program Jatim Terbaik’s diharapkan menjadi model intervensi yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Sinergi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi bebas stunting di masa depan. (Kominfo-lmj/Ard)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....