Satu Hati Cegah Stunting: Pemkab Lumajang Perkuat Aksi Konvergensi lewat GENTING
- 15 Apr 2026 09:00 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Rembug Stunting dan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang di Ruang Nararya Kirana Lantai 3 Kantor Bupati Lumajang, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala OPD terkait, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten dan Kecamatan, para camat, kepala puskesmas, hingga koordinator penyuluh KB. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa penanganan stunting bukan hanya urusan sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi menyeluruh.
Dalam arahannya, Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Lumajang, Akhmad Taufik, menegaskan pentingnya pelaksanaan 11 arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pedoman intervensi serentak pencegahan stunting. Ia menekankan bahwa langkah pencegahan harus dimulai dari pendataan ibu hamil dan balita secara akurat, peningkatan kualitas layanan posyandu, pemenuhan gizi keluarga, hingga penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data.
“Pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Seluruh perangkat daerah, kecamatan, hingga desa harus memastikan intervensi berjalan tepat sasaran, berbasis data, dan sesuai standar pelayanan,” tegasnya.
Menurutnya, desa memegang peran kunci dalam konvergensi program. Rembug stunting harus menjadi forum strategis untuk merumuskan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program secara berkelanjutan. Ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni, melainkan benar-benar menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan langkah nyata di lapangan.
“Rembug stunting bukan sekadar forum formalitas, tetapi momentum untuk memastikan setiap intervensi berdampak langsung bagi masyarakat. Target kita jelas, melahirkan desa-desa bebas stunting secara bertahap dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Upaya percepatan tersebut diperkuat melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang mengusung semangat “Satu Hati, Satu Tujuan”. Program ini melibatkan sinergi OPD, organisasi profesi kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha untuk bergotong royong membantu keluarga berisiko stunting.
Melalui GENTING, para Orang Tua Asuh memberikan dukungan baik dalam bentuk intervensi nutrisi maupun non-nutrisi. Intervensi nutrisi diwujudkan melalui pemberian makanan bergizi seimbang dengan kandungan protein hewani yang cukup. Sementara intervensi non-nutrisi mencakup perbaikan sanitasi, penyediaan akses air bersih, rumah layak huni, serta edukasi kesehatan bagi remaja, calon pengantin, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah, menegaskan bahwa kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting terletak pada penguatan komitmen bersama dan konsistensi pengawalan program di semua tingkatan.
“Kami terus mendorong sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting, sekaligus memastikan program GENTING dapat dipahami dan dijalankan secara optimal oleh semua sektor,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja daerah, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan kepada kecamatan terbaik dalam penanganan desa bebas stunting, yakni Kecamatan Sumbersuko, Kecamatan Yosowilangun, dan Kecamatan Ranuyoso. Penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi kecamatan lain untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi di wilayah masing-masing.
Tak hanya itu, IBI Cabang Lumajang juga menerima sertifikat Mitra Orang Tua Asuh (OTA) GENTING Tahun 2025 dengan predikat Silver dari Kemendukbangga/BKKBN atas kontribusinya dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lumajang.
Melalui penguatan komitmen dan kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis target penurunan stunting tahun 2026 dapat tercapai secara optimal. Dengan semangat gotong royong dan kerja terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga desa, Lumajang terus melangkah menuju generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.(Kominfo -LMJ/Ad)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....