Lintas Iman Bersatu, Senduro Hidupkan Toleransi

  • 22 Mar 2026 08:10 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Lumajang-Di sebuah sudut kaki pegunungan di Kecamatan Senduro, harmoni tidak hanya diucapkan, tetapi dikerjakan bersama. Menjelang Hari Raya Nyepi, denyut kebersamaan itu hadir dalam bentuk yang paling kasatmata yakni ogoh-ogoh yang dibangun dari tangan-tangan lintas iman.

Bambu-bambu disusun, rangka diikat, dan kertas-kertas warna ditempel dengan telaten. Namun yang membuat proses ini berbeda bukan sekadar bentuk ogoh-ogoh yang perlahan menjelma, melainkan siapa saja yang ikut membangunnya. Di Senduro, umat Muslim dan Hindu bekerja berdampingan, tanpa sekat, tanpa jarak.

Tradisi pembuatan ogoh-ogoh yang menjadi bagian dari rangkaian Nyepi ini, sejak lama telah menjadi ruang sosial yang inklusif. Warga dari berbagai latar belakang tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut ambil bagian sejak awal proses kreatif. Mereka hadir sebagai tetangga, sebagai sahabat, sebagai sesama warga yang menjaga ruang hidup bersama.

Di sela suara tawa dan percakapan ringan, nilai-nilai besar tentang toleransi tumbuh secara alami. Tidak ada seremoni berlebihan, tidak ada panggung formal. Yang ada hanyalah kerja bersama yang mengalir, membentuk jembatan yang tak terlihat namun terasa kuat.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Budiono, melihat langsung bagaimana kebersamaan itu terbangun tanpa rekayasa.

“Mulai dari proses pembuatan hingga pelaksanaan, kami melihat langsung bagaimana umat Muslim ikut bersama-sama membantu. Ini menunjukkan keguyuban dan kerukunan yang sangat baik di masyarakat,” ujar Budiono dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Bagi masyarakat Senduro, ogoh-ogoh bukan hanya simbol ritual keagamaan. Ia menjadi medium yang mempertemukan nilai budaya dan relasi sosial. Setiap lekukan dan warna yang terpasang seakan menyimpan cerita tentang gotong royong yang melampaui identitas.

Suasana yang tercipta selama proses pembuatan terasa hangat dan akrab. Tidak ada batas antara siapa yang membantu dan siapa yang dibantu. Semua larut dalam satu tujuan: menyelesaikan karya bersama yang akan diarak pada malam pengerupukan.

Momentum ini semakin bermakna karena hadir beriringan dengan bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri. Dalam waktu yang berdekatan, dua tradisi besar berjalan berdampingan, tanpa saling mengganggu. Justru di situlah harmoni menemukan bentuknya yang paling nyata.

Di siang hari, sebagian warga menjalankan ibadah puasa. Di sore hingga malam, mereka kembali berkumpul, melanjutkan pengerjaan ogoh-ogoh bersama saudara-saudara mereka yang bersiap menyambut Nyepi. Ritme kehidupan berjalan seimbang, saling menghormati, saling menjaga.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa toleransi tidak selalu lahir dari wacana besar. Ia justru tumbuh dari hal-hal sederhana, dari kesediaan untuk hadir, membantu, dan berbagi ruang dengan yang berbeda.

Budiono menegaskan bahwa apa yang terjadi di Senduro bukan sekadar kebetulan sosial, melainkan cerminan kuatnya nilai persatuan yang hidup di masyarakat.

Lebih dari itu, praktik seperti ini menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki kekuatan besar dalam merawat harmoni. Tradisi tidak hanya menjaga identitas, tetapi juga menjadi jembatan yang menyatukan perbedaan.

Di tengah berbagai tantangan yang kerap menguji kohesi sosial, Senduro menawarkan narasi lain, narasi tentang kebersamaan yang tidak dibuat-buat, tentang toleransi yang tidak dipaksakan.

Ogoh-ogoh yang nantinya diarak mungkin akan menjadi pusat perhatian. Namun sesungguhnya, yang lebih penting adalah proses di baliknya, proses yang mempertemukan hati, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan bahwa keberagaman bukanlah alasan untuk berjarak.

Dari Senduro, pesan itu mengalir pelan namun pasti, bahwa Indonesia tidak hanya berdiri di atas perbedaan, tetapi tumbuh karena kemampuan warganya untuk saling merangkul.

Dan di antara bambu, cat, serta tawa yang mengalun ringan, toleransi itu menemukan bentuknya, yakni hidup, nyata, dan menguat. (MC Kab. Lumajang/Ard/An-m)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....