Operasi Katarak Dinilai Penting bagi Kesejahteraan Sosial Warga

  • 12 Feb 2026 17:02 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, ,Lumajang- Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan mata, khususnya operasi katarak gratis, merupakan kebutuhan mendesak yang masih sangat dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus memaksimalkan dukungan dan fasilitasi layanan operasi katarak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga.

Hal tersebut disampaikan Wabup Lumajang yang akrab disapa Mas Yudha saat menghadiri kegiatan bakti sosial kesehatan di Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPDI) Lumajang, Rabu (11/2/2026). Menurutnya, kegiatan sosial di bidang kesehatan mata memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah menjangkau masyarakat yang belum terlayani secara optimal.

“Karena memang masyarakat Lumajang masih sangat membutuhkan bantuan sosial seperti ini. Kegiatan ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat. Ke depan, tentu akan kami fasilitasi lebih maksimal lagi,” ujar Mas Yudha.

Ia menekankan bahwa katarak bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan sosial masyarakat. Banyak warga yang sebenarnya masih berada pada usia produktif, namun aktivitasnya terganggu akibat keterbatasan penglihatan.

Selain fokus pada operasi katarak, Pemkab Lumajang juga memberikan perhatian serius terhadap kesehatan mata anak-anak. Mas Yudha menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi pemeriksaan mata bagi anak-anak, serta memberikan kacamata gratis bagi mereka yang membutuhkan, guna mencegah gangguan penglihatan sejak dini.

“Anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan mata juga akan kami fasilitasi. Apabila dibutuhkan kacamata, akan kami berikan. Sedangkan untuk yang katarak, akan kami fasilitasi penanganannya di RSUD,” tegasnya.

Sementara itu, data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Kabupaten Lumajang menunjukkan bahwa saat ini terdapat sekitar 900 warga penderita katarak yang masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Kepala DinkesP2KB Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah, mengungkapkan bahwa tingginya antrean tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya tenaga medis. Saat ini, RSUD dr. Haryoto hanya memiliki tiga dokter spesialis mata, dengan ketentuan masing-masing dokter menangani maksimal 10 pasien per hari sesuai regulasi BPJS Kesehatan.

“Antrean di rumah sakit untuk pasien katarak ada 900 orang, ini yang suspek dan menunggu penanganan. Masing-masing dokter spesialis mata hanya diberi tugas 10 pasien per hari oleh BPJS untuk layanan katarak,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa percepatan penanganan katarak membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya mengandalkan fasilitas kesehatan pemerintah, tetapi juga dukungan aktif dari organisasi keagamaan, komunitas, dan elemen masyarakat lainnya.

Pemkab Lumajang menyambut baik kegiatan bakti sosial kesehatan yang digelar GUPDI sebagai bentuk sinergi nyata dalam menjawab keterbatasan layanan. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat, diharapkan penanganan katarak di Lumajang dapat dipercepat, sehingga warga yang terdampak gangguan penglihatan dapat kembali hidup produktif, mandiri, dan bermartabat. (MC Kab. Lumajang/Ad/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....