Menko Pangan Zulhas Sebut Swasembada Pangan Harga Diri Bangsa

  • 14 Mei 2026 19:46 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan swasembada pangan bukan sekadar persoalan produksi, tetapi menyangkut kehormatan bangsa dan kesejahteraan masyarakat desa. Hal itu disampaikan dalam Sarasehan Penguatan Ketahanan Pangan di Pondok Pesantren Ibnu Sina, Kamis, 14 Mei 2026.

Sarasehan bertema “Meningkatkan Peran Serta Pesantren dalam Membangun Kemandirian Pangan” tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, para pengasuh pondok pesantren, jajaran PCNU Banyuwangi, Muslimat NU, serta para santri.

Menko Pangan yang akrab disapa Zulhas tiba di lokasi sekitar pukul 09.50 WIB dan disambut salawat serta tabuhan gendang para santri. Suasana acara berlangsung hangat dengan nuansa religius.

Dalam sambutannya, Zulhas mengatakan pesantren memiliki posisi strategis dalam mendukung kemandirian pangan nasional karena sejak lama kehidupan masyarakat pesantren dan desa sangat dekat dengan sektor pertanian dan ekonomi rakyat.

“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan umat, tetapi juga memiliki potensi besar dalam membangun kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat desa,” ujar Zulhas.

Menurutnya, swasembada pangan menjadi agenda penting pemerintah karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan jutaan petani, nelayan, peternak, serta masyarakat desa di Indonesia.

Ia menyebut pemerintah Presiden Prabowo Subianto ingin mengembalikan keberpihakan ekonomi kepada rakyat kecil dengan memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, koperasi desa, hingga usaha rakyat.

Zulhas juga memaparkan sejumlah langkah pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pangan nasional. Salah satunya dengan memangkas regulasi pupuk dari 145 aturan menjadi hanya tiga aturan agar distribusi lebih sederhana dan cepat diterima petani.

“Dampaknya serapan pupuk meningkat dari sekitar 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton, sementara produksi padi nasional naik sekitar 8 persen,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat penyerapan gabah oleh Perum Bulog, menyiapkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penyalur kebutuhan pokok masyarakat desa, hingga memperluas akses pembiayaan rakyat dengan bunga lebih rendah.

Menurut Zulhas, agenda ketahanan pangan dan penguatan ekonomi desa menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan pesantren.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....