Menko Pangan Zulhas Dorong Nelayan Punya Daya Tawar Tinggi

  • 14 Mei 2026 08:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah mulai membenahi sektor perikanan melalui pembangunan kampung nelayan modern untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat kunjungan di Kampung Nelayan Merah Putih Lateng, Banyuwangi, Kamis, 14 Mei 2026.

Pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas mulai pabrik es, cold storage, bengkel, tempat lelang hingga koperasi nelayan. Langkah itu dilakukan agar nelayan memiliki daya tawar lebih tinggi dan tidak lagi merugi akibat anjloknya harga ikan saat hasil tangkapan melimpah.

“Perintah Bapak Presiden dibikinlah kampung nelayan seperti ini. Pertama harus dibikinkan pabrik esnya. Kedua ada cold storage. Jadi kalau ikan datang dan harga tidak cocok bisa disimpan dulu,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia mengungkapkan selama ini banyak nelayan terpaksa menjual ikan dengan harga murah karena tidak memiliki fasilitas penyimpanan. Kondisi itu membuat nelayan rentan terjerat utang hingga pinjaman online.

“Yang penting nelayan jangan sampai dirugikan. Selama ini banyak yang dirugikan, melaut ikannya banyak tapi harganya tidak bagus. Lama-lama kalau rugi ngutang ke tengkulak, pinjol, tambah susah,” ucap Zulhas.

Pola perlindungan harga yang diterapkan pemerintah kepada petani juga akan diterapkan pada nelayan. Pemerintah nantinya menetapkan harga acuan minimal untuk komoditas ikan agar nelayan tetap memperoleh keuntungan.

Zulkifli Hasan menjelaskan koperasi nelayan akan terhubung dengan jaringan koperasi nasional yang kini tengah dibangun pemerintah. Selain itu, kampung nelayan juga akan dilengkapi kendaraan distribusi seperti truk, pikap hingga bentor.

“Kampung nelayan ini dibangun ada cold storage, bengkelnya, tempat lelangnya dan koperasinya. Nanti juga dapat kendaraan untuk distribusi,” kata Zulhas.

Ketua KUB Sumber Laut Lateng, Saipul Rahman, menyambut positif rencana pembangunan kampung nelayan tersebut. Menurutnya, selama ini nelayan sering menghadapi harga ikan yang anjlok saat hasil tangkapan melimpah.

“Kalau musim ikan ramai, biasanya harga dari pengepul malah turun. Kalau nanti ada kampung nelayan seperti yang disampaikan Pak Menteri, kami yakin harga ikan bisa lebih bagus,” ujar Saipul Rahman.

Ia berharap program tersebut benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Pemerintah menargetkan pembangunan dan sistem operasional kampung nelayan berjalan penuh dalam waktu sekitar satu tahun. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga stabilitas harga hasil tangkapan nelayan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....