Evaluasi Haji 2026, Kemenhaj Jember Soroti Kesehatan Jemaah
- 30 Jun 2026 10:49 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Seluruh jemaah haji asal Kabupaten Jember tahun 2026 telah kembali ke Tanah Air, setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Makkah dan Madinah.
Seiring berakhirnya operasional haji tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember melakukan evaluasi, dengan aspek kesehatan menjadi catatan utama penyelenggaraan haji 2026.
Selain masih terdapat calon jemaah yang batal berangkat karena dinyatakan tidak layak terbang, empat jemaah asal Jember juga meninggal dunia saat menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, mengatakan evaluasi utama haji tahun ini adalah perlunya seleksi istitaah kesehatan yang lebih ketat bagi calon jemaah.
“Ada jemaah yang sudah sampai di embarkasi Surabaya, tetapi tidak bisa berangkat karena dinyatakan tidak layak terbang. Ada juga yang saat di Arab Saudi harus dirawat, karena penyakit berat,” ujarnya, Senin (30/6/2026).
Nur Sholeh mencontohkan, ada seorang calon jemaah asal Jember yang batal diberangkatkan, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan ulang di Asrama Haji Surabaya.
“Hingga keberangkatan kloter terakhir, kondisi kesehatannya belum memenuhi syarat untuk terbang sehingga dipulangkan kembali ke Jember,” tambahnya.
Selain itu, selama pelaksanaan ibadah haji tercatat empat jemaah asal Jember meninggal dunia di Tanah Suci. Dua di antaranya diduga akibat kelelahan saat menjalankan rangkaian ibadah.
“Karena itu, pihaknya mengimbau calon jemaah tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sesaat setelah tiba di Makkah,” katanya.
Menurutnya, jemaah sebaiknya memberi waktu untuk memulihkan kondisi setelah perjalanan panjang sebelum melaksanakan tawaf maupun sa’i.
Begitu pula setelah rangkaian Armuzna, jemaah dianjurkan beristirahat terlebih dahulu sebelum menunaikan tawaf ifadah.
Selain aspek kesehatan, Nur Sholeh menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, terutama pada pelaksanaan murur yang dinilai mampu mengurangi kepadatan jemaah di Muzdalifah menuju Mina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....