Penyakit Jantung dan Pola Makan Jadi Catatan Haji Jember 2026
- 23 Jun 2026 01:51 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kondisi kesehatan para jemaah menjadi salah satu catatan penting dalam pelaksanaan ibadah haji Tahun 2026.
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember menilai kesiapan fisik serta pola makan jemaah perlu mendapat perhatian lebih pada musim haji berikutnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jember, Nur Sholeh, mengatakan secara umum penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, sejumlah evaluasi tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan jemaah di masa mendatang.
“Secara umum pelaksanaan ibadah haji tahun ini mengalami peningkatan dan lebih baik. Namun tentu setiap penyelenggaraan haji selalu ada evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, masalah kesehatan masih menjadi tantangan yang dihadapi sebagian jemaah selama di Tanah Suci. Salah satu yang paling menonjol adalah gangguan jantung, yang dialami beberapa jemaah.
Ia menjelaskan, sebenarnya upaya mitigasi telah dilakukan sejak sebelum keberangkatan melalui pemeriksaan dan pendampingan kesehatan oleh Dinas Kesehatan.
Namun, sejumlah jemaah dengan riwayat penyakit tertentu tetap mengalami gangguan kesehatan saat menjalani ibadah di Makkah maupun Madinah.
“Penyakit jantung menjadi salah satu catatan. Ada jemaah yang kondisinya kambuh saat berada di Tanah Suci sehingga harus mendapatkan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Selain faktor penyakit bawaan, pola makan jemaah juga menjadi perhatian. Ia menilai sebagian jemaah mengalami penurunan nafsu makan, karena menu makanan yang relatif sama dalam waktu yang cukup lama.
Akibatnya, asupan gizi yang kurang dapat berdampak pada menurunnya kondisi fisik dan daya tahan tubuh selama menjalani rangkaian ibadah yang cukup padat.
“Ke depan perlu ada pemahaman kepada jemaah agar tetap makan dengan baik dan cukup. Dengan asupan yang terjaga, kondisi fisik dan vitalitas jemaah juga akan lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian jemaah yang mengalami gangguan kesehatan selama di Tanah Suci diketahui memiliki pola makan yang kurang optimal. Sehingga berpengaruh terhadap kondisi tubuhnya.
Karena itu, selain kesiapan spiritual, calon jemaah haji juga diimbau mempersiapkan kondisi kesehatan sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
Kesiapan fisik yang baik dinilai menjadi modal penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan aman.
“Harapannya, calon jemaah haji tahun berikutnya bisa lebih memperhatikan kesehatan, menjaga kebugaran, serta membiasakan pola makan yang baik agar ibadah hajinya maksimal,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....