Kemenhaj Jember Catat 350 Jemaah Haji Masuk Kategori Risiko Tinggi

  • 04 Mei 2026 18:08 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Sebanyak 350 jemaah calon haji asal Jember masuk dalam kategori risiko tinggi. Hal itu disampaikan Kepala Kementerian Haji dan Umrah Jember, Nur Sholeh, Senin (4/5/2026).

Seluruhnya telah dipetakan dan disiapkan skema pendampingan khusus, terutama dalam aspek kesehatan. Penanganan jemaah risiko tinggi telah dirancang sejak awal oleh tim medis kloter.

Mitigasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk pendampingan selama proses ibadah berlangsung.

“Di embarkasi itu ada pemberian gelang. Kemudian juga ada petugas khusus yang disiapkan terkait dengan penanganan jemaah lansia maupun jemaah risiko tinggi,” katanya.

Nur Sholeh menegaskan, tidak semua lansia masuk kategori risiko tinggi. Ada juga jemaah usia non-lansia, yang masuk dalam kategori tersebut berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing.

“Ada lansia tetapi tidak risiko tinggi. Tapi juga ada jemaah yang di bawah kategori lansia ternyata sudah masuk kategori risiko tinggi. Nanti mitigasinya ketika pelaksanaan mulai dari embarkasi,” ujarnya.

Untuk mendukung pelayanan, sebanyak 16 tenaga kesehatan disiagakan, terdiri dari 9 dokter dan 7 perawat yang akan mendampingi jemaah selama proses ibadah haji.

Sementara itu dari sisi usia, tahun ini jemaah termuda tercatat berusia 14 tahun dari Kecamatan Sumbersari. Sedangkan jemaah yang tertua yaitu di atas 90 tahun berasal dari Kecamatan Puger.

Nur Sholeh menambahkan, jumlah jemaah calon haji asal Jember yang telah masuk dalam kelompok terbang (kloter) hingga saat ini mencapai 2.956 orang, di luar petugas haji.

Namun, masih terdapat kemungkinan penambahan dari jemaah cadangan. Tercatat, sebanyak 13 jemaah cadangan telah dipastikan masuk kloter, tersebar di beberapa kelompok terbang.

“Yang 13 jemaah cadangan itu sebagian masuk kloter 97, ada yang masuk 96, ada yang 91, 92, dan ada juga yang naik ke kloter 100 bersama kabupaten lain,” tambahnya.

Selain itu, terdapat 7 jemaah cadangan yang telah dikonfirmasi terkait kesiapan berangkat. Dari jumlah tersebut, tiga orang menyatakan siap dan saat ini masih menunggu surat keputusan resmi.

“Kami tetap menunggu progres selanjutnya dari pihak embarkasi. Kalau ada cadangan yang memiliki peluang naik, kita akan konfirmasi ke yang bersangkutan. Jika siap, akan kami hubungi dan diproses, termasuk pemberkasan,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....