Buku Paket Bimbingan Perkuat Persiapan Manasik Haji

  • 05 Feb 2026 23:51 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Menjelang keberangkatan musim haji 2026, persiapan calon jemaah haji asal Kabupaten Jember mulai difokuskan pada penguatan bimbingan manasik. Sebanyak 2.920 jemaah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dan akan dibekali pembekalan ibadah secara bertahap sebelum keberangkatan.

Ribuan jemaah tersebut terbagi dalam sembilan kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan melalui Bandara Juanda Surabaya pada 14 hingga 16 Mei 2026. 

Kementerian Haji Jember memastikan seluruh tahapan administratif dan pembinaan jemaah berjalan sesuai jadwal.

Kepala Kementerian Haji Jember, Nur Sholeh, mengatakan saat ini proses persiapan telah memasuki tahap pengurusan visa.

Paspor jemaah yang telah terkumpul juga sudah dikirim ke Asrama Haji Surabaya, bersamaan dengan penetapan kloter keberangkatan.

“Penetapan kloter sudah selesai. Jember tergabung dalam kloter 90 bersama Situbondo, kloter 91 hingga 97 murni Jember, serta kloter 98 bergabung dengan Lumajang,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Seiring dengan jumlah jemaah yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Kementerian Haji Jember menaruh perhatian besar pada kesiapan mental, spiritual, dan pemahaman ibadah jemaah. 

Salah satunya melalui pelaksanaan manasik haji yang akan digelar dalam waktu dekat. Manasik tingkat kecamatan direncanakan berlangsung sebelum Ramadan.

Sementara sebagian lainnya dilaksanakan setelah Idulfitri. Adapun manasik tingkat kabupaten dijadwalkan digelar pasca Lebaran, dengan melibatkan para petugas haji yang telah ditetapkan.

“Manasik ini menjadi bekal penting agar jemaah benar-benar siap, baik secara ibadah maupun fisik, sebelum berangkat ke Tanah Suci,” kata Nur Sholeh.

Penguatan manasik di daerah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Haji dan Umrah yang baru saja merilis Buku Paket Bimbingan Manasik Haji dan Umrah Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. 

Buku tersebut disiapkan sebagai panduan menyeluruh bagi jemaah, tidak hanya membahas tata cara ibadah, tetapi juga makna filosofis dan spiritual haji.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan materi manasik tahun ini dirancang lebih inklusif. Termasuk panduan khusus bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Pendekatan fikih kemudahan (taysir) dan moderasi manasik juga menjadi penekanan utama, agar jemaah dapat menjalankan ibadah sesuai kondisi di lapangan tanpa mengurangi kesakralannya. 

Buku tersebut turut dilengkapi penjelasan makna spiritual dari setiap rangkaian ibadah, seperti filosofi pakaian ihram sebagai simbol kesetaraan di hadapan Allah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyebut panduan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan jemaah secara mental dan spiritual.

Dengan dukungan manasik yang terstruktur, baik di tingkat daerah maupun nasional, calon jemaah haji Jember diharapkan dapat menunaikan ibadah haji 2026 dengan lebih mandiri, tertib, dan khusyuk.

Berikut link Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah:

https://cloud.haji.go.id/index.php/s/eLxFE4fsSikTFot?dir=/&editing=false&openfile=true

Link Kumpulan Doa dan Zikir Haji dan Umrah:

https://cloud.haji.go.id/index.php/s/N6xmKz8M4SsoQry?dir=/&editing=false&openfile=true

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....