Pelunasan Bipih Berakhir, 3.032 Jemaah Lunas

  • 13 Jan 2026 22:40 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Tahapan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kedua bagi calon jemaah haji Kabupaten Jember resmi berakhir pada 9 Januari 2026, pukul 15.00 WIB.

Hingga penutupan pelunasan, tercatat sebanyak 3.032 jemaah telah menyelesaikan kewajiban pembayaran. Hal itu disampaikan Kepala Kementerian Haji Kabupaten Jember, Nur Sholeh.

Jumlah itu merupakan akumulasi jemaah yang melunasi pada tahap pertama dan tahap kedua. Dari total itu, 2.566 jemaah adalah haji reguler, termasuk penggabungan dan pendampingan.

Sementara itu, jemaah haji cadangan yang telah melunasi tercatat sebanyak 466 orang. Nur Sholeh menyebut, pelunasan dua hari terakhir sempat terkendala teknis pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) secara nasional.

Gangguan tersebut berdampak pada proses pembukaan blokir jemaah haji cadangan, yang menjadi syarat sebelum pelunasan dilakukan.

“Jumat siang sistem kembali normal dan pembukaan blokir bisa diakses lagi. Namun ada juga jemaah yang datang ke bank setelah pukul 15.00, sehingga secara sistem sudah tidak bisa dilayani,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait kemungkinan perpanjangan masa pelunasan.

Apabila tidak ada perpanjangan, maka jemaah yang belum melunasi Bipih otomatis akan dialihkan menjadi jemaah haji reguler pada musim haji tahun berikutnya, yakni 2027.

Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 300 jemaah haji reguler yang tidak dapat menyelesaikan pelunasan hingga batas waktu yang ditentukan.

“Sementara untuk jemaah cadangan, dari total 1.247 orang, hanya 466 yang memilih melunasi, sedangkan sisanya tidak diwajibkan karena bersifat pilihan,” kata dia.

Menjelang tahapan berikutnya, Nur Sholeh mengimbau jemaah yang telah melunasi Bipih agar menjaga kondisi kesehatan.

Menurutnya, status istitaah kesehatan tidak hanya diperlukan saat pelunasan. Tapi juga menjadi syarat penting saat penentuan kelayakan terbang menjelang keberangkatan di asrama haji.

“Sering terjadi istitaah di awal, tetapi menjelang keberangkatan kondisi fisik menurun karena terlalu lelah atau kurang menjaga kesehatan,” katanya.

Selain kesehatan, jemaah juga diminta mempersiapkan manasik haji dengan baik. Bagi jemaah yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), sebagian sudah mengikuti beberapa kali manasik.

Namun bagi jemaah mandiri, disarankan mulai mencari informasi dan pemahaman dasar manasik, baik melalui buku maupun media digital, sembari menunggu jadwal manasik resmi di tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Harapannya jemaah sudah punya gambaran sebelum berangkat. Sehingga ibadah haji bisa dilaksanakan dengan lebih tertib dan khusyuk,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....