Rektor UIN KHAS Apresiasi Pelayanan Haji Tahun Ini
- 24 Jun 2025 07:10 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Hepni, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025.
Menurutnya, pelaksanaan haji tahun ini semakin tertib, nyaman, dan mengalami banyak peningkatan, dibanding tahun sebelumnya. Keberhasilan ini mencerminkan kepemimpinan yang solid.
Selain itu, juga menunjukkan kolaborasi yang efektif antar pihak, khususnya di bawah koordinasi Amirul Haj yang juga menjabat Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar.
“Atas nama keluarga besar UIN KHAS Jember, kami menyampaikan terima kasih kepada Kemenag dan petugas haji yang memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah,” ujarnya, dilansir laman UIN KHAS, Selasa (24/6/2025).
Pernyataan Rektor UIN KHAS Jember ini sejalan dengan evaluasi Menteri Agama RI dalam rapat bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan jajaran Amirul Haj di Jeddah.
Menurut Menag, penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam hal layanan konsumsi, transportasi, dan pemulangan jemaah yang berjalan lebih tertib.
“Alhamdulillah, para jemaah pulang dengan senyum. Ibadah mereka berlangsung baik, tertib, dan jauh lebih nyaman,” ujar Prof. Nasaruddin.
Ia menambahkan bahwa seluruh jemaah Indonesia telah menyelesaikan rukun haji, termasuk yang sakit berat dan dibadalkan.
Jumlah jemaah wafat maupun yang menjalani perawatan juga mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, termasuk tahun 2023.
Rektor UIN KHAS Jember juga menyoroti berbagai peningkatan layanan seperti operasional bus Shalawat selama 24 jam di Makkah dan lokasi hotel di Madinah yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi.
Hal itu membantu jemaah lebih khusyuk menjalankan ibadah. Meski demikian, Menteri Agama mencatat masih ada sejumlah tantangan, seperti ketidaksesuaian data antara PPIH dan pihak penyedia layanan (syarikah).
Selain itu juga terkait distribusi konsumsi dan kapasitas tenda di beberapa lokasi. Sistem multi syarikah yang baru diterapkan tahun ini dinilai membawa sisi positif sekaligus tantangan yang perlu evaluasi lebih lanjut agar semakin terintegrasi.
Di akhir keterangannya, Prof. Hepni berharap keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam, untuk terus meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik dan profesional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....