Memetik Semangat Muayatur: Disabilitas Tak Halangi Menuju Baitullah
- 30 Mei 2025 00:55 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Semangat luar biasa ditunjukkan oleh Muayatur Rohmah (77), jemaah haji asal Kecamatan Mumbulsari, Jember. Keterbatasan fisik tak menghalangi langkahnya untuk menunaikan ibadah haji.
Ia tergabung dalam kloter 32 Embarkasi Surabaya dan telah bertolak ke Madinah pada Minggu (11/5/2025). Meski kedua kakinya tidak sempurna, ia tetap semangat menyisihkan uang sedikit demi sedikit.
“Alhamdulilah atas segala limpahan karunia dari Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berhaji di Tanah Suci,” kata Muayatur, dilansir laman Kemenag, Jumat (30/5/2025).
Muayatur bekerja sebagai penjahit. Meski penghasilannya tidak menentu, ia semangat mengumpulkan uang untuk ditabungkan haji. Ia mulai mendaftar haji sejak tahun 2012.
“Punya uang 50 ribu, 100 ribu atau berapapun itu, saya tabung sedikit demi sedikit, dengan niat dapat mendaftar haji,” kata wanita usia 77 tahun ini.
Selain menjahit, ia juga menyewakan sepetak sawah kecil yang membantu menopang kebutuhan hidup serta biaya keberangkatan hajinya.
Muayatur hidup seorang diri sejak sang suami meninggal. Ia tinggal bersama keponakannya yang telah ia rawat sejak kecil. Dalam keterbatasan fisiknya, Muayatur tetap mandiri.
Bahkan saat hendak naik bus menuju Bandara Internasional Juanda, ia menggunakan kedua lututnya sebagai tumpuan untuk bergerak, meski sebelumnya dibantu kursi roda oleh petugas.
“Saya masih punya semangat walaupun kondisi seperti ini. Saya tidak ingin merepotkan sepupu, yang setia menemani saya selama ini. Semua saya niatkan untuk ibadah kepada Allah," kata dia.
Pelaksana Harian Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo, mengatakan bahwa disabilitas fisik bukan halangan untuk berangkat haji, selama jemaah dinyatakan sehat secara fisik dan mental.
Petugas haji pun selalu siap mendampingi dan memberikan bantuan. "Tuna daksa tidak menghambat untuk berangkat haji karena ada pendampingan, petugas tetap membantu,” kata Sugiyo.
“Syarat utamanya adalah sehat secara fisik dan psikologis, sehingga bisa menjalankan ibadah haji sesuai syariat," tambahnya.
Ia mengapresiasi semangat Muayatur, yang dinilai dapat memotivasi jemaah lainnya. "Saya pikir ini motivasi yang luar biasa, apalagi di masyarakat Jember, ibadah haji merupakan hal yang sakral," ucap Sugiyo.
Muayatur kini telah berangkat ke Madinah bersama kloter 32 pada Minggu (11/5/2025) bersama dengan sepupunya.
Perjuangan hidupnya di tengah keterbatasan fisik, menjadi inspirasi bagi banyak orang supaya tetap mengejar impian dengan tak gentar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....