Ratusan Jamaah Calon Haji Latihan Praktik Manasik

  • 30 Apr 2025 18:56 WIB
  •  Jember

KBRN, Bondowoso : Menjelang keberangkatan menuju tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji, ratusan jamaah calon haji (JCH) dari Kabupaten Bondowoso dengan penuh semangat mengikuti latihan praktik manasik haji.

Latihan ini bertujuan untuk membekali para jamaah dengan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang tahapan-tahapan dan tata cara pelaksanaan ibadah haji yang benar, mulai dari rukun haji hingga berbagai amalan sunnah yang bisa dilakukan selama berada di tanah suci.

Dengan mengikuti kegiatan ini, para calon haji diharapkan dapat menjalani ibadah haji dengan lebih mudah dan khusyuk.

Praktik manasik haji tersebut berlangsung di depan Masjid Agung At-Taqwa, atau sepanjang Jl Letnan Sutarman, Rabu (30/4/2025).

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso, Suharyono menjelaskan, total ada 605 JCH yang mengikuti praktik.

Praktik tersebut meliputi niat ihram, wukuf di Arafah, Muzdalifah, Mina, lempar Jumrah. Kemudian untuk praktik tawaf berlangsung di dalam Masjid Agung At-Taqwa. Petugas sudah menyediakan miniatur Ka'bah.

“Sa'i-nya ada di Jalan Raya, mulai depan Gelora sampai ke SD Kotakulon,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, latihan praktik ini betul-betul disesuaikan dengan pelaksanaan di tanah suci. Misalnya tawaf sebanyak tujuh kali, sa'i tujuh kali dan seterusnya. Sebab kata, pada Tahun 2017 saat latihan hanya tiga kali, ketika di Makkah ada jamaah yang tawaf hanya tiga kali.

“Ketika ditanya, karena saat latihan di At-Taqwa hanya tiga kali katanya. Takut terulang lagi ke jamaah kita,” terangnya.

Sebenarnya bimbingan manasik juga sudah dilaksanakan di tingkat kecamatan. Praktik di tingkat kabupaten ini untuk memastikan jamaah sudah betul-betul mandiri. Namun mereka tetap didampingi, ada juga petugas manasik yang memiliki sertifikasi pembimbing.

" Sehingga ketika ada yang tidak sesuai maka dibetulkan, " tuturnya.

Setelah itu, JCH dikumpulkan untuk dievaluasi. Kemudian mereka kembali dikumpulkan di Pendapa Raden Bagus Asra untuk mendapatkan pengarahan dari bupati.

Sementara JCH asal Bondowoso sebanyak 605 orang. Jumlah ini turun dibanding data awal yang berjumlah 739, kemudian berubah lagi menjadi 709. Hal itu disebabkan karena banyak yang tunda.

Dari jumlah itu turun lagi setelah dibuka pelunasan, ada yang penggabungan, atau pendampingan banyak yang masuk dan menggeser jamaah cadangan. Terakhir jamaah cadangan yang berangkat sebanyak 63 sehingga total 605 orang.

Namun hari ini sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi, Kemenag Bondowoso mendapatkan surat dari Kanwil Jatim, ada tambahan cadangan yang positif berangkat lagi sebanyak 10 orang.

“Kita umumkan 10 orang itu, sehingga totalnya menjadi 615 yang positif berangkat. Tidak tahu apakah besok, lusa akan ada data naik lagi,” paparnya.

Sementara jamaah cadangan yang sudah pelunasan sisa 50 orang. “Kami harap 50 orang ini dari cadangan menjadi berangkat,” harapnya.

Adapun untuk jamaah yang kategori lansia sebanyak 10 orang. Sementara JCH tertua bernama Bahriya bin Sabidin, Lahir 05 Oktober 1929 atau berusia 95 tahun 6 bulan Alamat Dusun Krajan RT 001 RW 001 Desa Kemirian Kecamatan Tamanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....