Otopsi Ungkap Bayi di Sungai Genteng Dibuang usai Dilahirkan

  • 23 Apr 2026 09:15 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Hasil otopsi mengungkap fakta baru terkait penemuan jenazah bayi laki-laki di sungai Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Selasa, 21 April 2026. Bayi tersebut diduga dibuang tidak lama setelah dilahirkan.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, mengatakan hasil pemeriksaan dokter forensik menunjukkan lambung bayi dalam kondisi kosong. Temuan ini mengindikasikan bayi belum sempat mendapatkan air susu dari ibunya.

“Lambung bayi masih kosong, sehingga diduga bayi dibuang sesaat setelah dilahirkan,” ujar Lanang, Rabu, 22 April 2026.

Berdasarkan kondisi fisik jenazah yang telah membusuk, polisi memperkirakan bayi tersebut dibuang sekitar satu hingga dua hari sebelum ditemukan warga. Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi agar segera melapor,” tambahnya.

Sebelumnya, jenazah bayi pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Fendi (14) saat hendak pulang usai memancing. Ia melihat sosok mencurigakan mengambang di aliran sungai.

“Sewaktu pulang dari memancing dan melewati pinggir sungai, ia melihat ada sesosok mayat bayi di sungai,” ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng, Ipda Sujarwadi Putra.

Jenazah bayi ditemukan dalam kondisi mengenaskan, membengkak dan tersangkut di antara tumpukan sampah. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Petugas Polsek Genteng bersama anggota lainnya segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi dan tiba di kamar jenazah sekitar pukul 19.15 WIB untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani Satreskrim Polresta Banyuwangi guna mengungkap identitas pelaku serta motif pembuangan bayi. Polisi juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi untuk membantu proses penyelidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....