Polisi Amankan 18 Barang Bukti Ledakan Petasan

  • 19 Feb 2026 19:16 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Tim Identifikasi Satreskrim Polres Situbondo, bersama Tim Identifikasi dan Laboratorium Forensik Polda Jatim, mengamankan 18 barang bukti dari lokasi ledakan petasan, Kamis (19/2/2026).

"Untuk hasil olah TKP ada 18 barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain selongsong petasan, alat gulung selongsong, sumbu, CCTV, pakaian, dan lainnya," ujar Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie.

Kapolres Bayu memastikan bahwa ledakan yang menewaskan satu orang dan enam orang luka parah itu adalah bahan petasan. Sebab hasil olah TKP terdapat selongsong dan alat gulung petasan dan juga sumbu petasan.

"Dipastikan ledakan tersebut dipicu oleh petasan bukan bahan peledak lainnya. Karena bahan peledak low explosive atau daya ledak rendah," tegasnya.

Enam orang korban selamat hingga saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Asembagus, namun satu orang atas nama Abdur Rahman (15) dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember, karena kondisinya kritis.

"Untuk kronologi atau penyebab ledakan petasan itu kami belum bisa meminta keterangan korban, karena mereka masih syok. Luka bakarnya di atas 50 perseb," ungkapnya.

Sementara untuk rumah terdampak akibat ledakan petasan yang terjadi pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 12:17 Wib itu sebanyak 12 rumah. Satu rumah di antaranya rusak total, selebihnya mengalami kerusakan ringan.

"Kerusakan rumah terdampak ledakan ada 12 unit. Satu rumah yang menjadi tempat peristiwa ledakan hancur. Rumah lainnya genting runtuh dan kaca rumah pecah," bebernya.

Saat dikonfirmasi terkait cekungan di dalam rumah yang menjadi lokasi ledakan, Kapolres Bayu menjelaskan bahwa cekungan tersebut adalah akibat kerasnya ledakan, bukan tempat penyimpanan bubuk petasan.

"Ada lubang cekungan akibat ledakan dengan diameter 52 sentimeter dan dalamnya 7 sentimeter, dan itu termasuk bahan dengan daya ledak rendah, bukan tinggi," tegasnya.

Diinformasikan RRI sebelumnya, ledakan petasan terjadi di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, di sebuah rumah permanen milik Kulsum (60). Ada tujuh korban, termasuk pemilik rumah. Satu di antaranya atas nama Supriyadi (50) meninggal dunia.

Sementara lima orang korban lainnya yakni Abdur Rahman (15), Samsul (22), Riko (25), Fais (20) dan Fino (15), dirawat di RSUD Asembagus, Situbondo. Namun Abdur Rahman, siswa SMP kelas 3 itu dikabarkan dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember karena kondisinya kritis.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....