Pemkab Situbondo Bantu Rumah Korban akibat Ledakan Petasan
- 18 Feb 2026 20:20 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akan membantu memberikan bantuan kepada rumah korban terdampak ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih.
"Informasi yang kami terima ada tujuh rumah terdampak ledakan petasan, tapi setelah kami cek langsung, ternyata ada 12 rumah yang rusak akibat ledakan petasan siang tadi," ujar Wakil Bupati Ulfiyah saat berada di lokasi kejadian, Rabu (18/2/2026).
Ledakan petasan terjadi di rumah milik Kulsum (60) pada pukul 12:17 Wib. Sebanyak tujuh orang menjadi korban ledakan, satu di antaranya meninggal dunia, satu orang kritis dan lima orang mengalami luka bakar serius.
"Petasan itu sesuatu yang berbahaya, jadi jangan dijadikan tradisi ya. Mari kita sambut Ramadhan dan Idul Fitri dengan hal-hal yang baik, agar kita bisa melaksanakan ibadah puasa dengan tenang," ujarnya.
Senada dengan Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, yang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan bahan peledak ilegal, salah satunya digunakan untuk membuat petasan.
"Bahan peledak ilegal ini tidak bisa kita pantau pegggunaannya. Misal digunakan untuk membuat petasan, sehinga terjadi ledakan dan memakan korban," ucapnya.
Kapolres memastikan kalau ledakan tersebut adalah petasan, karena petugas menemukan beberapa selongsong kertas petasan dengan diameter 4 sentimeter dan panjang 14 sentimeter di lokasi kejadian.
"Kami menduga masih banyak petasan di bawah reruntuhan, namun kami belum bisa melakukan olah TKP karena menunggu tim penjinak bom dari Polda Jatim, untuk mensterilkan TKP," bebernya.
Data dihimpun RRI, tujuh orang korban ledakan petasan satu di antaranya meninggal dunia yakni Supriyadi (50). Sedangkan satu korban atas nama Abdur Rahman (15) kritis karena mengalami luka bakar 90 persen dan akan dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember.
Sementara lima orang korban lainnya dirawat di RSUD Asembagus. Kelima orang korban yakni Kulsum (60), Samsul (22), Riko (25), Fais (20) dan Fino (15). Mereka mengalami luka bakar serius. Sementara Kulsum, selain luka bakar juga mengalami patah kaki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....