Keluarga Yoseph Trauma Usai Pengeroyokan Anak Punk

  • 07 Feb 2026 22:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Kematian Yoseph Bahtiar Irawan, (46 tahun), warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, meninggalkan duka mendalam sekaligus trauma bagi keluarga. Yoseph meninggal dunia usai dikeroyok belasan anak punk di Jalan Raya Banyuwangi–Situbondo, Rabu malam, 4 Februari 2026.

Korban merupakan tulang punggung keluarga itu mengembuskan napas terakhir setelah mengalami luka parah di bagian kepala. Peristiwa tragis tersebut membuat keluarga korban masih diliputi ketakutan.

Adik korban, Trias Oktania, mengatakan keluarga belum bisa melupakan kejadian tersebut. Bahkan, trauma masih dirasakan hingga kini. Ia berharap aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.

“Keluarga kami masih trauma. Kalau melihat anak punk saja masih takut. Kmai berharap pelaku diberi hukuman setimpal” kata Trias saat ditemui di rumah duka, Kamis, 6 Februari 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian pengeroyokan, sekelompok anak punk sempat membuat keributan di sebuah rumah makan di sekitar lokasi. Setelah diusir, sebagian dari mereka mengamen ke rumah-rumah warga, termasuk ke rumah korban.

Diduga terjadi cekcok antara korban dan tiga anak punk yang mengamen tersebut. Ketiganya kemudian melarikan diri dan dikejar korban hingga sekitar 100 meter dari rumah. Di lokasi itu, korban justru dikeroyok secara brutal oleh belasan anak punk.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis. Namun, sekitar satu jam setelah mendapatkan perawatan, Yoseph dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, Satreskrim Polresta Banyuwangi telah memeriksa 15 anak punk terkait kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....