Mahasiswa KKN Harap Kampus Terus Kawal Kasus Curanmor
- 14 Agt 2025 23:37 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Malam itu, suasana Balai Desa yang biasanya menjadi pusat kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Jember terasa lengang. Tak ada yang mengira, di tengah keheningan, salah satu peserta KKN, M. Thorikil Ulum, harus mengalami kejadian pahit, motor yang menjadi penunjang aktivitasnya raib di Kantor Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso.
Sebagai tamu di desa, Thorikil mengaku dirinya dan rekan-rekan masih beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Pihak desa pernah mengingatkan soal keamanan, namun motornya raib.
“Balai desa satu kompleks dengan tempat praktik bidan, jadi pagar tidak bisa dikunci penuh karena takut menghalangi pasien yang datang mendadak,” jelasnya Thorik Kamis (14/8/2025)
Kehilangan itu membuat mahasiswa KKN resah. Thorikil berharap kasus ini segera terungkap, pelaku tertangkap, dan kendaraan kembali. Namun baginya, tanggung jawab tidak hanya ada pada kepolisian.
“Harapan kami, kampus terus mengawal prosesnya, berkoordinasi dengan Polres Lumajang" ujarnya.
Meski dihadapkan pada ujian berat, Thorikil tetap mengapresiasi dukungan warga dan aparat. Ia menuturkan, hubungan mahasiswa dengan warga tetap hangat dan pihak kepolisian, khususnya Kanit Reskrim Polres Lumajang, terus bergerak.
“Kami optimis kasus ini bisa selesai, asal semua pihak ikut mengawalnya,” katanya.
Bagi Thorikil, insiden ini menjadi pengingat bahwa di balik semangat pengabdian, mahasiswa KKN juga menghadapi risiko nyata. Karena itu, dukungan kampus untuk menjaga keamanan dan mengawal setiap persoalan di lapangan menjadi harapan besar para peserta KKN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....