Kades Pakel Lumajang Diserang Dengan Sajam oleh Orang Asing
- 15 Apr 2026 18:50 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang – Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam oleh sekelompok orang tak dikenal, Rabu, 15 April 2026. Polisi saat ini masih memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.45 WIB di rumah korban. Korban diketahui berinisial SMP (45), yang merupakan Kepala Desa Pakel.
Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan kejadian tersebut. Hingga kini, identitas para pelaku masih dalam proses penyelidikan.
“Korban SMP, 45 tahun, Kepala Desa Pakel. Terduga pelaku belum diketahui hingga saat ini,” ujar Suprapto, Rabu (15/04/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat korban didatangi sekitar 15 orang yang menggunakan dua mobil, yakni Toyota Terios warna putih dan Honda jenis station, serta beberapa sepeda motor.
Kedatangan rombongan tersebut awalnya diterima baik oleh korban. Sempat terjadi percakapan antara korban dan para tamu yang mempertanyakan sikap korban dalam sebuah acara pengajian di Kecamatan Ranuyoso sehari sebelumnya.
Dalam perbincangan tersebut, korban memilih diam dan sempat menyampaikan permintaan maaf. Namun, situasi tiba-tiba memanas saat beberapa orang dari rombongan langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban menggunakan senjata tajam.
Saat kejadian berlangsung, sejumlah saksi sempat menanyakan motif penyerangan. Para pelaku diduga menyebut aksi tersebut dilakukan atas perintah seseorang berinisial HD yang berasal dari wilayah Jatiroto, Lumajang.
Usai melakukan penganiayaan, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Korban kemudian mendapatkan penanganan, sementara saksi melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
Polsek Gucialit yang menerima laporan sekitar pukul 15.00 WIB langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan saksi. Polisi menegaskan kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....