Diduga Selewengkan Solar Subsidi, SPBU Tegal Besar Disegel

  • 14 Mar 2026 14:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Jember- Diduga melakukan penyaluran BBM Subsidi secara ilegal, SPBU Tegal Besar yang berada di jalan Tengku Umar, Kecamatan Sumbersari, Jember disegel Kepolisian, Sabtu 14 Maret 2026.

Penindakan hukum terhadap operasional satu SPBU di kabupaten Jember itu pasca terjadinya pengejaran terhadap truk pengangkut solar ilegal oleh Anggota DPRD Jember David Handoko Seto berdasarkan laporan warga.

Praktek penyelewengan BBM Subsidi tersebut diduga telah berlangsung lama melibatkan sindikat mafia migas yang kerap melancarkan aksinya di banyak SPBU di Jember.

Bahkan hal itu juga turut menjadi atensi Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi dengan melaksanakan inspeksi bersama BPH Migas, Pertamina dan Kepolisian ke salah satu SPBU di Jember tersebut.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi langsung meminta, SPBU Tegal Besar untuk disegel dan ditutup sehingga tidak diperbolehkan beroperasi kembali.

“Kami bertepatan saat sosialisasi pengawasan terhadap BBM bersubsidi, dan sudah kami sampaikan bahwa pertama cirinya itu SPBU yang terisi solar, saat menjelang malam hari kerap menutup antrean untuk pengisian solar dan kadang juga mematikan lampu dan di situ mereka memindah BBM nya,” ungkapnya disela-sela pelaksanaan inspeksi di SPBU Tegal Besar.

Bambang mengaku bahwa menerima laporan dari David Handoko Seto telah memergoki truk yang memindah solar dengan jumlah besar lalu melakukan pengejaran terhadap truk tersebut.

“Ini Mas David melakukan semalam jam 1 dini hari, dan melihat langsung ada 4 tabung besar yang masing-masing kapasitasnya 1000 liter,” ungkapnya.

Politisi Gerindra ini menegaskan, jika penyimpangan ini ada 3 circle yang saling berkaitan di antaranya pemilik SPBU, yang memberi perlindungan dan penadahnya.

“Ketiganya benar terjadi malam ini, dan yang paling membuat kaget oknum sopir truk ya berani melawan saat dilakukan pengejaran hingga membahayakan nyawa Mas David,” jelasnya.

Hasil cek lapangan di SPBU tersebut, ia mendapati kamera CCTV saat malam hari terpantau mati dan ditemukan banyak barcode atau rekomendasi pembelian solar bersubsidi.

“Kami minta langsung ditindak tegas dan cari siapa malingnya, karena ini sudah tersistematis. Apalagi di sini diisi 16-22 ribu liter per harinya, berarti kegiatan ilegal ini selalu dilakukan,” paparnya.

“Tadi juga kita cek ternyata mati juga CCTV nya, ini sudah aneh. Padahal SPBU dilarang mati CCTV nya, lalu di sini tadi tidak ada surat rekomendasinya dan ini kita lihat diambil dari jatah solar petani,” ucapnya.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI ini meminta agar SPBU ini ditutup dan disegel, karena sudah melakukan tindak kejahatan yang luar biasa.

“Ini tindakan kejahatan yang luar biasa, kami minta sekarang ini juga untuk ditutup SPBU nya dan tidak beroperasi, lalu kuotanya harus dipindah ke SPBU terdekat,” tegasnya.

Sementara Wakapolres Jember Kompol Ferry Darmawan menyatakan praktek dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi itu telah dilaporkan resmi kepada pihak kepolisian Polres Jember.

Oleh sebab itu, pihak kepolisian menyegel dan menghentikan sementara operasional SPBU untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Berdasarkan data sementara dilapangan memang ditemukan sejumlah kejanggalan, namun kita tetap akan lakukan pendalaman penyelidikan dan buktikan secara Scientific crime investigation dan mengusut siap yang berada dibalik semua ini," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....