Sagging, Kontroversi Gaya Berpakaian Celana Melorot yang Kini Jadi Bagian Fashion

  • 30 Jun 2026 23:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Celana yang dikenakan hingga melorot di bawah pinggang atau dikenal dengan istilah sagging telah lama menjadi bagian dari budaya anak muda, terutama dalam dunia hip-hop. Namun, di balik popularitasnya, gaya berpakaian ini juga memicu perdebatan panjang, bahkan melahirkan berbagai aturan hukum di sejumlah kota di Amerika Serikat.

Artikel NPR yang ditulis oleh Gene Demby dan dipublikasikan pada 11 September 2014 mengulas cerita sepotong gaya berpakaian bisa berkembang menjadi isu sosial, politik, hingga budaya selama puluhan tahun. Di Kota Ocala, Florida, misalnya, anggota dewan kota Mary Sue Rich berhasil mendorong aturan yang melarang penggunaan celana melorot di properti milik pemerintah. Aturan tersebut mulai berlaku pada Juli tahun itu, dengan ancaman denda hingga 500 dolar AS atau hukuman penjara maksimal enam bulan bagi pelanggarnya.

Rich mengaku sudah lelah melihat pakaian dalam para pemuda terlihat di ruang publik. Menurutnya, kebiasaan tersebut mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kebijakan serupa juga muncul di Wildwood, New Jersey. Wali Kota Ernest Troiana menegaskan bahwa dirinya bukan ingin menjadi "polisi mode", tetapi merasa terganggu melihat celana yang sengaja dikenakan hingga memperlihatkan bokong pemakainya.

Bahkan di Pikeville, Tennessee, pemerintah daerah sempat menggunakan alasan kesehatan untuk mendukung larangan tersebut. Mereka mengklaim gaya berjalan akibat celana melorot dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Sayangnya, dasar ilmiah yang mereka gunakan ternyata berasal dari penelitian palsu yang dibuat sebagai lelucon April Mop.

Perdebatan mengenai sagging ternyata jauh melampaui persoalan selera berpakaian. Menurut Demby, bagi banyak pihak di Amerika Serikat, khususnya kalangan konservatif, celana melorot sering diasosiasikan dengan berbagai stereotip negatif terhadap laki-laki kulit hitam muda. Gaya tersebut kerap dianggap berkaitan dengan budaya geng, kehidupan penjara, kurangnya disiplin, hingga simbol kemerosotan moral.

Bahkan mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pernah menyampaikan pendapatnya mengenai tren tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan MTV, ia mengatakan bahwa pria sebaiknya mengenakan celana dengan benar sebagai bentuk penghormatan terhadap orang lain, meskipun menurutnya hal itu tidak perlu diatur melalui undang-undang.

Pandangan seperti ini membuat sebagian daerah memilih mengkriminalisasi gaya berpakaian tertentu. Namun di sisi lain, organisasi seperti cabang nasional NAACP justru menolak berbagai aturan tersebut karena dinilai berpotensi memperbesar diskriminasi terhadap warga kulit hitam.

Selama bertahun-tahun berkembang anggapan bahwa gaya sagging berasal dari penjara Amerika. Konon para narapidana tidak diperbolehkan menggunakan ikat pinggang sehingga celananya melorot. Ada pula mitos lain yang menyebut posisi celana rendah menjadi simbol tertentu di dalam penjara.

Namun, sejarawan mode Tanisha C. Ford menilai tidak ada bukti yang benar-benar memastikan bahwa sagging memang bermula dari lingkungan penjara. Namun, sejarawan mode Tanisha C. Ford menilai tidak ada bukti yang benar-benar memastikan bahwa sagging memang bermula dari lingkungan penjara.

Seiring berkembangnya musik hip-hop pada era 1990-an, gaya tersebut semakin populer dan akhirnya menjadi bagian dari identitas budaya anak muda. Fenomena sagging ternyata bukan pertama kalinya pakaian anak muda dianggap sebagai ancaman sosial.

Pada era 1930-an hingga Perang Dunia II, pemuda kulit hitam dan keturunan Meksiko di California mengenakan Zoot Suit, yaitu jas berukuran besar dengan celana longgar yang menyempit di bagian bawah. Saat itu, pakaian tersebut juga dikaitkan dengan kriminalitas, geng, musik jazz, hingga dianggap tidak patriotik karena menggunakan kain dalam jumlah besar ketika pemerintah sedang memberlakukan penghematan bahan tekstil selama perang.

Penolakan terhadap zoot suit bahkan memuncak menjadi Zoot Suit Riots, ketika sekelompok tentara kulit putih bersama massa menyerang para pemuda yang mengenakan pakaian tersebut di jalanan Los Angeles. Kini, zoot suit justru dikenang sebagai bagian penting sejarah mode Amerika.

Menurut para sejarawan yang diwawancarai NPR, hampir setiap generasi memiliki gaya berpakaian yang semula dianggap mengancam sebelum akhirnya diterima masyarakat luas. Menurut para sejarawan yang diwawancarai NPR, hampir setiap generasi memiliki gaya berpakaian yang semula dianggap mengancam sebelum akhirnya diterima masyarakat luas.

Sejarawan Luis Alvarez menilai bahwa bagi banyak anak muda, cara berpakaian bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bentuk ekspresi diri dan upaya mempertahankan martabat di tengah berbagai tekanan sosial. Sejarawan Luis Alvarez menilai bahwa bagi banyak anak muda, cara berpakaian bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bentuk ekspresi diri dan upaya mempertahankan martabat di tengah berbagai tekanan sosial. Pada akhirnya, kisah sagging menunjukkan bahwa perdebatan mengenai mode sering kali bukan semata soal pakaian, melainkan juga menyangkut identitas, stereotip, kekuasaan, dan bagaimana suatu masyarakat memandang generasi mudanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....