Fakta-Fakta Menarik Tentang Mendaki Gunung Everest
- 16 Apr 2026 18:51 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember- Gunung Everest merupakan puncak tertinggi di Bumi yang berdiri megah di jantung pegunungan Himalaya, menjadi perbatasan alami antara Nepal dan Daerah Otonomi Tibet, Tiongkok. Dikenal oleh masyarakat lokal Nepal sebagai Sagarmatha dan oleh masyarakat Tibet sebagai Chomolungma, gunung ini memiliki ketinggian resmi 8.848,86 meter.
Everest bukan sekadar destinasi pendakian, melainkan laboratorium alam yang ekstrem di mana suhu dapat merosot hingga -60°C dan kecepatan angin setara dengan kekuatan badai. Setiap tahun, ratusan pendaki dari seluruh dunia berdatangan untuk menaklukkan medan yang terdiri dari bongkahan es raksasa, jurang yang dalam, dan tantangan fisik yang luar biasa, menjadikannya sebagai monumen keagungan alam sekaligus ujian akhir bagi ketangguhan jiwa manusia. Berikut ini adalah beberapa fakta unik mengenai Gunung Everest yang mungkin belum kita ketahui :
Ketinggian dan Atmosfer : Puncak Everest berada di ketinggian 8.848,86 meter. Pada ketinggian ini, tekanan udara sangat rendah dan kadar oksigen yang tersedia hanya sepertiga dari jumlah yang ada di permukaan laut. Hal ini membuat pernapasan menjadi tantangan utama bagi setiap pendaki.
Zona Kematian (Death Zone) : Area di atas 8.000 meter dikenal sebagai Death Zone. Di ketinggian ini, tubuh manusia tidak dapat beraklimatisasi karena kekurangan oksigen yang ekstrem. Pendaki hanya bisa bertahan dalam durasi terbatas sebelum kondisi fisik menurun drastis.
Peran Vital Sherpa : Pendaki etnis Sherpa adalah pahlawan tanpa tanda jasa di Everest. Mereka bukan sekadar pemandu, melainkan kunci utama dalam logistik, pemasangan jalur (tali), serta menjamin keselamatan pendaki internasional di medan yang sangat berbahaya.
Proses Aklimatisasi yang Panjang : Mendaki Everest tidak dilakukan secara instan. Para pendaki biasanya menghabiskan waktu dua bulan untuk mendaki secara bertahap (naik-turun) guna membiarkan tubuh beradaptasi dengan ketinggian sebelum melakukan serangan puncak (summit push).
Investasi yang Fantastis : Ekspedisi Everest menuntut biaya yang sangat besar, mulai dari izin mendaki, perlengkapan khusus, hingga jasa pemandu profesional. Total biayanya bisa mencapai $40.000 hingga lebih dari $100.000 (USD) per orang.
Masalah Sampah : Ironisnya, Everest sering dijuluki sebagai "tempat pembuangan sampah tertinggi di dunia". Tingginya jumlah pendaki setiap tahun menyisakan banyak limbah peralatan dan oksigen, meskipun upaya pembersihan rutin kini terus dilakukan oleh pemerintah Nepal dan tim ekspedisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....