UKMPK Tegalboto Bahas Framing Media dalam Jurnalistik

  • 26 Mar 2026 16:41 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Unit Kegiatan Mahasiswa Pers Kampus (UKMPK) Tegalboto Universitas Jember membahas strategi framing media dalam dunia jurnalistik melalui program “Jaga Malam” di RRI Jember, Kamis 12 Maret 2026. Diskusi ini menyoroti bagaimana media dapat membentuk sudut pandang publik terhadap suatu peristiwa.

Perwakilan UKMPK Tegalboto, Faris selaku Co Redaktur Pelaksana dan Ivan sebagai Co Litbang Keorganisasian, menjelaskan bahwa framing merupakan cara media menyajikan informasi dengan sudut pandang tertentu.

Faris mengatakan, framing media melibatkan berbagai aspek, mulai dari pemilihan kata, judul, narasumber, hingga gambar yang digunakan dalam pemberitaan.

“Media tidak selalu menampilkan seluruh realitas, tetapi memilih aspek tertentu untuk ditonjolkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ivan menegaskan bahwa framing merupakan proses yang tidak terpisahkan dari praktik jurnalistik dan tidak selalu bermakna negatif.

“Framing adalah proses alami jurnalistik dalam memilih informasi yang relevan. Dampaknya bisa positif maupun negatif tergantung tujuannya,” kata Ivan.

Dalam diskusi tersebut, Faris mencontohkan perbedaan framing pada kasus kriminal yang sempat viral. Ia menyebut, ada media yang menonjolkan kondisi disabilitas tersangka dalam judul, sementara media lain memilih fokus pada substansi kasus tanpa menekankan aspek tersebut.

Selain itu, Ivan menyoroti perbedaan framing dalam pemberitaan aksi demonstrasi. Menurutnya, sebagian media cenderung menonjolkan kericuhan massa, sedangkan media lain lebih fokus pada tuntutan yang disampaikan demonstran.

“Hal serupa juga terjadi dalam pemberitaan politik, di mana ada media yang menonjolkan keberhasilan tokoh, sementara yang lain lebih fokus pada kritik,” ujarnya.

Faris menambahkan, praktik framing kini semakin masif di era media sosial. Penyebaran informasi yang cepat dan luas dinilai berpotensi memengaruhi emosi audiens secara signifikan.

Menghadapi kondisi tersebut, Ivan menekankan pentingnya literasi media dan sikap kritis dalam menerima informasi. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan satu sumber berita.

“Kita perlu melakukan cross-check dengan berbagai sumber yang kredibel agar tidak terjebak dalam opini yang bias,” ucapnya.

Sebagai mahasiswa, keduanya menilai memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi informasi. UKMPK Tegalboto juga terus mendorong literasi melalui produk jurnalistik dan forum diskusi publik.

Di akhir sesi, Faris mengajak masyarakat untuk meningkatkan budaya membaca sebagai upaya memperkuat literasi.

“Tingkatkan literasi, karena itu sangat penting agar kita lebih bijak dalam menerima informasi,” katanya menutup diskusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....