Karim Rashid, Usaha Tampil Orisinal dan Relevan

  • 28 Feb 2026 15:44 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Karim Rashid termasuk dalam desainer paling produktif saat ini. Punya julukan “Prince of Plastic”, Rashid telah merancang ribuan produk, mulai dari tempat sampah, perhiasan, furnitur, hingga interior hotel dan restoran.

Diceritakan livingluxe.ca, tiga dekade lalu, Rashid hanyalah seorang desainer muda penuh visi yang pindah dari Toronto ke New York dengan kondisi finansial terbatas. Kini, ia dikenal sebagai salah satu desainer industri paling berpengaruh di Amerika Utara dan dunia.

Lahir di Kairo dan pindah ke Kanada pada 1966, Rashid kecil sudah terpesona oleh bentuk benda-benda fungsional. Ia bahkan gemar menggambar koper dan peti yang dilihatnya saat keluarganya bermigrasi ke Montreal. Di Mississauga, ketertarikannya pada estetika semakin tumbuh, dipengaruhi oleh ayahnya yang bekerja di CBC sekaligus seorang pelukis dengan selera visual kuat.

Sejak muda, Rashid telah menunjukkan keberanian berekspresi. Saat kelulusan SMA, ia membuat sendiri setelan satin merah muda untuk dikenakan di hari wisudanya. Baginya, desain bukan sekadar gaya, melainkan ekspresi zaman dan cara hidup.

Rashid menempuh studi desain industri di Carleton University, lalu melanjutkan pengalaman profesional di Italia sebelum kembali ke Kanada. Ia pernah merancang sekop salju untuk Black+Decker, peralatan X-ray, hingga kotak pos untuk Canada Post.

Kesempatan mengajar di Rhode Island School of Design sempat membawanya ke Amerika Serikat. Namun kontraknya berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Dengan sisa uang 1.300 dolar di ATM, ia dihadapkan pada pilihan: kembali ke Toronto atau mencoba peruntungan di New York. Ia memilih New York, keputusan yang mengubah hidupnya.

Menurutnya, New York bukan sekadar pusat desain, tetapi pusat seni dan bisnis dunia. Kota itu memberinya eksposur global karena klien internasional datang langsung menemuinya di sana.

Pada 1994, saat berkunjung ke Toronto, Rashid mempresentasikan desain tempat sampah polipropilena bernama “Garbino” kepada perusahaan desain rumah tangga Umbra. Nama tersebut terinspirasi dari Greta Garbo.

Dengan lekukan halus dan ruang negatif yang estetis, Garbino menjadi fenomena global. Hingga kini, lebih dari 20 juta unit telah terjual, dan desainnya menjadi koleksi permanen di Museum of Modern Art, New York.

Keberhasilan Garbino menegaskan filosofi Rashid bahwa desain harus indah sekaligus sangat fungsional. Ia percaya bahwa desain bukan hanya soal gaya, melainkan tentang menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Bagi Rashid, desain adalah proses membentuk kehidupan yang lebih baik, dari kursi yang nyaman dan ringan, hingga produk yang mudah dikirim dan ramah lingkungan. Ia menyebut pendekatan ini sebagai demokratisasi desain: menciptakan produk berkualitas dengan harga terjangkau melalui material seperti plastik dan polimer.

Di tengah kritik terhadap budaya konsumsi berlebihan, Rashid tidak menutup mata. Ia bahkan pernah berujar dalam sebuah kuliah di Brasil bahwa dunia sebenarnya bisa berhenti memproduksi barang selama 30 tahun karena sudah terlalu banyak “stuff”.

Namun, menurutnya, tugas desainer adalah menghadirkan produk yang lebih baik dan lebih cerdas, sehingga mengurangi produk yang dirancang buruk. Ia menyebut prinsip ini sebagai “addition by subtraction” yang berarti menambah kualitas dengan mengurangi kuantitas yang tak perlu.

Rashid juga menyoroti tantangan kreativitas di era kecerdasan buatan. Ia melihat banyak ruang publik dan interior kini tampil seragam akibat tekanan pasar dan keinginan untuk “aman secara komersial”. Menurutnya, menjadi desainer orisinal saat ini seperti “ikan salmon yang berenang melawan arus.”

Meski demikian, ia mengakui bahwa AI memiliki potensi luar biasa. Tantangannya adalah usaha kreator tetap memberikan kontribusi yang lebih tinggi dan bermakna di tengah perubahan teknologi yang cepat.

Menariknya, proyek yang paling membuatnya bersemangat bukanlah gedung besar, melainkan merancang cincin untuk pameran di Kairo. Baginya, skala tidak penting, yang terpenting adalah kesempatan untuk menghadirkan sesuatu yang orisinal dan relevan.

Karim Rashid bukan hanya desainer yang menciptakan benda, tetapi visioner yang terus mendorong batas antara fungsi, estetika, dan masa depan. Di tengah dunia yang semakin cepat dan seragam, ia tetap percaya bahwa desain yang baik mampu membuat hidup lebih indah, sekaligus lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....