Hari Batik Nasional, GOW Jember Dorong Pelestarian Budaya Nusantara

  • 04 Okt 2026 17:01 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, JEMBER – Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober menjadi momentum untuk menguatkan kecintaan masyarakat terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia. Pemerintah, komunitas, organisasi perempuan hingga generasi muda terus didorong untuk ikut menjaga, menggunakan, sekaligus mengembangkan batik agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Jember, Widianie Aviantie, SE., MM., mengatakan batik bukan sekadar kain atau busana, tetapi menjadi bagian dari identitas bangsa yang mampu menyatukan masyarakat Indonesia yang memiliki beragam latar belakang budaya.

Menurut Widianie, makna Hari Batik Nasional tidak hanya berkaitan dengan kebanggaan terhadap warisan budaya, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus melestarikan dan mengembangkan batik. Hal tersebut penting dilakukan agar batik tetap dikenal dan dicintai, khususnya oleh generasi muda.

Sebagai Ketua GOW Kabupaten Jember yang menaungi 49 organisasi wanita, Widianie menyebut organisasi perempuan memiliki peran dalam memperkenalkan dan menjaga budaya Indonesia. Sejumlah organisasi yang tergabung di dalamnya, termasuk Komunitas Cinta Berkebaya Indonesia (KCBI) dan komunitas kebaya, secara aktif turut melestarikan budaya melalui penggunaan kebaya dan batik Nusantara.

“Sebagai Ketua GOW, di dalamnya ada 49 kumpulan organisasi wanita hebat. Ada beberapa organisasi seperti KCBI dan komunitas kebaya yang secara spesifik ikut melestarikan budaya Indonesia melalui berkebaya dan menggunakan batik-batik Nusantara,” ujar Widianie, Sabtu ,04 Oktober2026

Ia menambahkan, penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu bentuk sederhana untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya. Di sisi lain, kreativitas dan inovasi juga diperlukan agar batik mampu terus berkembang dan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober setelah batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda Kemanusiaan pada 2009. Pengakuan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk memastikan batik tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Widianie berharap peringatan Hari Batik Nasional dapat semakin menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya sendiri. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....