Ganjar Pranowo Sukses Tuntaskan Sydney Marathon 2026 di Australia
- 31 Agt 2026 21:40 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Ganjar Pranowo sukses menuntaskan Sydney Marathon 2026 di Australia, Minggu (30/8/2026). Ganjar menyelesaikan lomba maraton sejauh 42,195 kilometer dengan catatan waktu 4 jam 59 menit 50 detik. Ganjar mengikuti ajang tersebut bersama istrinya, Siti Atikoh Supriyanti. Keduanya berhasil mencapai garis finis setelah melewati rute Sydney Marathon yang memiliki sejumlah tanjakan dan kondisi cuaca yang menjadi tantangan bagi para peserta. Berdasarkan hasil perlombaan yang dipantau detikcom pada 31 Agustus 2026, Ganjar mencatat waktu 4:59:50. Catatan tersebut membuat Ganjar berhasil menyelesaikan maraton dalam waktu kurang dari lima jam. Pada ajang yang sama, Sandiaga Uno juga menjadi finisher dengan waktu 3 jam 53 menit 58 detik.
Bagi Ganjar, keberhasilan menyelesaikan Sydney Marathon merupakan hasil dari persiapan dan latihan yang telah dilakukan sebelumnya. Sebelum berlaga di Australia, ia tercatat mengikuti BTN Jakarta International Marathon 2026 sebagai salah satu bagian dari persiapan menuju lomba maraton di Sydney. Sydney Marathon 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi peserta karena lintasan sepanjang 42,195 kilometer tidak sepenuhnya datar. Sejumlah bagian rute memiliki tanjakan yang membutuhkan kemampuan mengatur tenaga, terutama pada paruh kedua lomba ketika kondisi fisik pelari mulai mengalami kelelahan. Ganjar juga menyelesaikan lomba bersama Atikoh. Keduanya tampak berlari berdampingan hingga mencapai garis finis. Momen tersebut menjadi salah satu perhatian dalam keikutsertaan mereka pada ajang maraton di Australia.
Keberhasilan tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan Ganjar dalam menekuni olahraga lari. Menyelesaikan maraton membutuhkan persiapan yang berbeda dibandingkan nomor lari jarak pendek karena pelari harus mampu mempertahankan performa dalam waktu berjam-jam. Pada jarak 42,195 kilometer, strategi pengaturan pace menjadi salah satu faktor penting. Pelari tidak hanya dituntut memiliki kemampuan aerobik yang baik, tetapi juga perlu mengelola energi, hidrasi, asupan karbohidrat, serta kondisi otot selama perlombaan. Catatan waktu 4 jam 59 menit 50 detik berarti Ganjar mempertahankan kecepatan rata-rata sekitar 8 menit 31 detik per kilometer. Dengan kecepatan tersebut, ia mampu menjaga pergerakan secara konsisten hingga garis finis.
Sydney Marathon sendiri merupakan salah satu ajang maraton bergengsi dunia. Perlombaan tersebut telah menjadi bagian dari Abbott World Marathon Majors dan pada 2026 memasuki tahun kedua sebagai salah satu ajang dalam seri tersebut. Sydney Marathon 2026 juga mencatat jumlah peserta yang sangat besar. ABC News melaporkan lebih dari 40.000 pelari ambil bagian dalam perlombaan tahun ini. Peserta menempuh rute sepanjang 42,2 kilometer yang dimulai dari kawasan North Sydney dan berakhir di depan Sydney Opera House. Dari sisi persaingan elite, pelari Ethiopia Addisu Gobena menjadi juara kategori putra. Gobena mencatat waktu 2 jam 4 menit 42 detik sekaligus memecahkan rekor lintasan Sydney Marathon. Rekan senegaranya, Chimdessa Debele, finis kedua dengan waktu 2:04:46, sedangkan Tebello Ramakongoana dari Lesotho berada di posisi ketiga dengan 2:04:57.
Pada kategori putri, Peres Jepchirchir dari Kenya keluar sebagai pemenang dengan waktu 2 jam 18 menit 31 detik. Ia mengungguli Irine Cheptai dan Shure Demise. Catatan Jepchirchir hanya terpaut sembilan detik dari rekor lintasan yang dibuat Sifan Hassan pada 2025. Bagi pelari rekreasional seperti Ganjar, keberhasilan menyelesaikan maraton memiliki makna yang berbeda dibandingkan persaingan elite. Fokus utama bukan mengejar podium, melainkan menyelesaikan seluruh jarak dengan strategi dan persiapan yang telah dilakukan. Ganjar dan Atikoh juga memberikan perhatian kepada pelari Indonesia lainnya yang mengikuti Sydney Marathon 2026. Kehadiran peserta dari Indonesia menunjukkan semakin berkembangnya minat masyarakat Tanah Air terhadap olahraga lari jarak jauh dan ajang maraton internasional. Keikutsertaan tokoh publik dalam lomba maraton juga dapat menjadi gambaran bahwa olahraga lari dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia selama dilakukan dengan persiapan yang sesuai. Ganjar dan Sandiaga Uno sama-sama berhasil menyelesaikan Sydney Marathon 2026 ketika telah memasuki usia 50-an.
Namun, menyelesaikan maraton tetap membutuhkan persiapan yang tidak singkat. Pelari perlu membangun jarak secara bertahap, meningkatkan kapasitas aerobik, memperkuat otot, serta membiasakan tubuh menghadapi durasi latihan yang semakin panjang. Keberhasilan Ganjar menyelesaikan Sydney Marathon 2026 menjadi penutup dari rangkaian persiapan yang telah dijalaninya. Dengan catatan waktu 4 jam 59 menit 50 detik, ia berhasil mencapai garis finis bersama sang istri dalam salah satu ajang maraton terbesar di dunia. Sydney Marathon 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa garis finis menjadi pencapaian tersendiri bagi setiap pelari. Bagi sebagian peserta, targetnya adalah rekor atau podium. Bagi peserta lainnya, keberhasilan menyelesaikan 42,195 kilometer setelah menjalani latihan berbulan-bulan menjadi pencapaian yang tidak kalah berarti.
Referensi Lansiran :
World Athletics – Gobena breaks course record while Jepchirchir dominates in Sydney, 29 Agustus 2026.
ABC News Australia – Ethiopia's Addisu Gobena wins 2026 Sydney Marathon as 40,000 take part, 30 Agustus 2026.
detikHealth – Ganjar-Sandiaga Finish Sydney Marathon 2026 di Usia 50-an, Inikah Rahasianya?, 31 Agustus 2026.
Liputan6.com – Ganjar Pranowo dan Atikoh Tuntaskan Sydney Marathon 2026, 31 Agustus 2026.
World Athletics – TCS Sydney Marathon Presented by ASICS | Results, 30 Agustus 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....