Seni Pertunjukan 'Butah' di Jember Suarakan Isu Kerusakan Ekologi
- 26 Agt 2026 09:20 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Kelompok seni teater Royal Aktor Experimental merespon fenomena kerusakan lingkungan di Kabupaten Jember melalui pementasan teater eksperimental bertajuk Butah: Ekodramatik 0 Kilometer. Pertunjukan ini mengalihwahanakan cerita rakyat (folklor) tradisi Tak Butaan khas Arjasa menjadi sebuah karya teater modern berbasis pesan ekologis.
Dalam siaran dialog interaktif 'Sore Ceria' di Pro 2 RRI Jember, Selasa (25/8/2026) inisiator sekaligus dramaturg pertunjukan, Taruna Perkasa Putra, menjelaskan bahwa karya tersebut lahir dari kekhawatiran atas degradasi lingkungan di Kabupaten Jember, seperti hilangnya kawasan gumuk dan penumpukan sampah yang memicu bencana alam.
"Awalnya cerita rakyat Tak Butaan memuat konflik antara keserakahan manusia dan alam hingga memicu wabah (pagebluk). Melalui pendekatan ekodramatik ini, kami ingin mengingatkan bahwa kerusakan ekologi saat ini merupakan dampak nyata dari perilaku manusia yang tidak bersahabat dengan alam. Kami berupaya menghidupkan kembali nilai kebajikan lokal dalam format seni pertunjukan modern," ujar Dramaturg Pertunjukan, Taruna Perkasa Putra.
Sutradara pertunjukan, Ferik Sahid Persi, menambahkan bahwa eksperimentasi pementasan diwujudkan dengan memanfaatkan ruang publik terbuka di kawasan Jalan Semeru, Jember, pada Sabtu (22/8/2026) lalu. Konsep pertunjukan sengaja dibuat melebur bersama masyarakat tanpa sekat panggung pementasan formal.
"Kami meriset isu-isu ekologi sekitar lima tahun terakhir dan mengemasnya secara ekspresif melalui gerak tubuh organik, tembang, serta musik eksperimental yang menggabungkan unsur instrumen tradisional seperti sapek dan karinding dengan instrumen modern. Respons pementasan yang diawali dengan kegiatan loka karya (workshop) ini bertujuan agar pesan kelestarian alam dapat ditangkap secara inklusif oleh generasi muda," kata Sutradara Pertunjukan, Ferik Sahid Persi.
Sementara itu, tim hubungan masyarakat (public relation) pertunjukan, Siswanto, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan usia yang hadir menyaksikan pementasan tersebut. Ia berharap pementasan teater berbasis ruang publik ini dapat terus berlanjut sebagai sarana edukasi sosial dan penguatan kesadaran lingkungan secara berkelanjutan di Kabupaten Jember.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....