Kekeringan Munculkan Lagi Jembatan Berusia 226 Tahun di Wales

  • 18 Agt 2026 08:20 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Kekeringan

RRI.CO.ID, Wales: Sebuah jembatan batu berusia sekitar 226 tahun kembali muncul dari dasar Waduk Llwyn-Onn, Merthyr Tydfil, Wales, Inggris. Fenomena ini terjadi akibat rendahnya permukaan air setelah wilayah tersebut dilanda kondisi kering.

Seperti dilansir dari BBC Earth (18-8-2026), jembatan dengan dua lengkungan itu diperkirakan dibangun pada 1800 dan telah berada di bawah air sejak waduk mulai digenangi pada 1911. Kemunculan kali ini bukan yang pertama. Jembatan tersebut pernah terlihat kembali pada 1976 ketika Wales mengalami kekeringan parah. Setelah itu, jembatan kembali muncul pada 2025 dan kini untuk kedua kalinya dalam dua tahun terakhir.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran dampak kekeringan yang tengah melanda Wales. Natural Resources Wales atau NRW mencatat, wilayah Wales hanya menerima sekitar delapan persen dari rata-rata curah hujan jangka panjang untuk bulan Juli. Sebagian besar sungai di negara tersebut bahkan berada pada kondisi yang disebut "exceptionally low" atau sangat rendah. Dampak cuaca kering ternyata tidak hanya membuat jembatan kuno muncul kembali. Sejumlah situs arkeologi yang selama puluhan tahun tersembunyi juga mulai terlihat.

Royal Commission on the Ancient and Historical Monuments of Wales (RCAHMW) menyebut gelombang panas pada Juni telah menyingkap berbagai peninggalan, mulai dari makam panjang dan benteng prasejarah hingga bangunan peninggalan Romawi. Di Welshpool, Powys, misalnya, terlihat jejak long barrow Neolitikum berbentuk persegi panjang yang diperkirakan berusia sekitar 5.000 tahun. Sementara di Caerhun, Conwy, para arkeolog dapat memperoleh informasi baru mengenai bangunan Romawi yang selama ini terkubur. Di Deganwy, Conwy, jejak parit latihan militer yang digunakan pada masa Perang Dunia Pertama juga terlihat di bawah sebuah lapangan golf.

Kekeringan juga menyingkap bekas Nissen Huts di kawasan Dinefwr, Llandeilo, Carmarthenshire. Bangunan sementara tersebut pernah digunakan sebagai rumah sakit dan kamp tawanan perang selama dan setelah Perang Dunia Kedua. Setelah perang, bangunan itu kemudian dijadikan tempat tinggal sementara bagi keluarga lokal karena saat itu terjadi kekurangan rumah. Permukiman tersebut kemudian dikenal sebagai "Tin Town".

Meski permukaan air menurun drastis, kondisi tersebut belum berarti pasokan air bagi rumah tangga dan dunia usaha di Wales berada dalam ancaman. Perusahaan air menyebut tingkat air waduk masih relatif aman setelah Wales mengalami awal tahun yang cukup basah.

Namun, NRW memperingatkan kondisi lingkungan mulai mengalami tekanan. Permukaan air tanah terus menurun dan beberapa wilayah mencatat kondisi yang lebih rendah dari perkiraan.

NRW juga menerima laporan mengenai dampak kekeringan yang meluas terhadap lingkungan. Kondisi alam di Wales disebut terus mengalami penurunan.

Rhian Thomas dari NRW mengatakan dampak cuaca kering tersebut "clear to see", atau sudah sangat jelas terlihat. Tim NRW, menurutnya, terus memantau prakiraan cuaca dan aliran sungai.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana, terutama karena belum ada indikasi kuat akan turunnya hujan dalam jumlah signifikan dan masih terdapat risiko gelombang panas selama musim panas."Dengan belum adanya indikasi kuat akan turunnya hujan dalam jumlah signifikan dalam prakiraan cuaca, serta adanya risiko gelombang panas lanjutan selama musim panas, kini semakin penting bagi kita semua untuk menggunakan air secara bijaksana" ujar Thomas."Setiap tetes air yang kita sia-siakan berarti berkurangnya persediaan air bagi sungai dan satwa liar, terutama ketika mereka paling membutuhkannya." tambahnya.

Kemunculan kembali jembatan berusia lebih dari dua abad dan berbagai peninggalan arkeologi memang menjadi pemandangan menarik. Namun, fenomena tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekeringan tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga mulai mengubah kondisi lingkungan dan membuka kembali jejak sejarah yang selama puluhan bahkan ratusan tahun tersembunyi di bawah air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....