Dulu Cokelat Kini Hijau, Kenapa Patung Liberty Bisa Berubah Warna?

  • 30 Jul 2026 12:49 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Patung Liberty menjadi salah satu ikon paling terkenal di dunia sekaligus simbol kebebasan bagi Amerika Serikat. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa monumen yang kini berwarna hijau tersebut awalnya memiliki warna cokelat kemerahan menyerupai logam tembaga baru.

Dikutip RRI dari sejumlah sumber, Kamis 30 Juli 2026, Perubahan warna itu bukan disebabkan oleh cat atau proses pengecatan ulang, melainkan reaksi kimia alami yang berlangsung selama puluhan tahun. Patung Liberty diresmikan pada 28 Oktober 1886 sebagai hadiah dari rakyat Prancis kepada Amerika Serikat untuk memperingati persahabatan kedua negara sekaligus peringatan seratus tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Monumen setinggi sekitar 93 meter dari dasar hingga ujung obor itu dirancang oleh pematung Frédéric Auguste Bartholdi, sementara struktur rangka bagian dalam dikembangkan oleh insinyur Gustave Eiffel.

Lapisan luar Patung Liberty terbuat dari sekitar 31 ton tembaga dengan ketebalan hanya sekitar 2,4 milimeter. Saat pertama kali dipasang, permukaan tembaga tersebut berwarna cokelat mengilap seperti uang logam baru. Seiring berjalannya waktu, paparan udara, kelembapan, hujan, serta unsur-unsur di atmosfer menyebabkan logam tersebut mengalami proses oksidasi secara perlahan. Pada tahap awal, tembaga bereaksi dengan oksigen membentuk senyawa tembaga oksida yang membuat permukaan patung berubah menjadi cokelat tua. Setelah itu, reaksi kimia terus berlangsung ketika logam terpapar air hujan, karbon dioksida, dan senyawa sulfur di udara. Kombinasi reaksi tersebut menghasilkan lapisan pelindung alami yang dikenal sebagai patina, yaitu campuran berbagai senyawa karbonat, sulfat, dan hidroksida tembaga yang berwarna hijau kebiruan.

Perubahan warna tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Para ahli memperkirakan Patung Liberty membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 tahun hingga memperoleh warna hijau seperti yang terlihat saat ini. Sekitar awal abad ke-20, hampir seluruh permukaan patung telah tertutup lapisan patina. Berbeda dengan anggapan sebagian masyarakat, lapisan hijau tersebut justru memberikan manfaat penting bagi ketahanan monumen. Patina berfungsi sebagai pelindung alami yang memperlambat korosi lebih lanjut pada logam di bawahnya. Dengan adanya lapisan ini, tembaga tidak terus-menerus bereaksi dengan lingkungan sehingga struktur patung dapat bertahan selama lebih dari satu abad.

Karena memiliki fungsi protektif, pemerintah Amerika Serikat tidak pernah berupaya mengembalikan warna asli Patung Liberty menjadi cokelat. Pada awal abad ke-20 sempat muncul usulan untuk mengecat kembali patung agar tampak seperti baru. Namun, para ahli menyimpulkan bahwa menghilangkan patina justru dapat mempercepat kerusakan permukaan tembaga. Akhirnya, warna hijau tersebut dipertahankan sebagai bagian dari karakter sekaligus perlindungan alami monumen. Fenomena serupa sebenarnya dapat ditemukan pada berbagai bangunan dan monumen lain yang menggunakan material tembaga, seperti kubah gereja, atap bangunan bersejarah, hingga beberapa patung di Eropa. Semuanya mengalami perubahan warna akibat proses oksidasi yang sama, meski kecepatan pembentukannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan masing-masing.

Menurut para ilmuwan, tingkat kelembapan, curah hujan, polusi udara, hingga kandungan garam di atmosfer dapat memengaruhi pembentukan patina. Wilayah pesisir, misalnya, cenderung mempercepat terbentuknya lapisan tersebut karena kandungan garam yang lebih tinggi dibandingkan daerah pedalaman. Hingga kini, Patung Liberty tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Amerika Serikat. Monumen yang berada di Liberty Island, New York Harbor, itu dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahun dan menjadi simbol harapan bagi jutaan imigran yang dahulu memasuki Amerika melalui Pelabuhan New York. Warna hijau yang melekat pada Patung Liberty bukanlah tanda kerusakan, melainkan bukti proses ilmiah yang justru menjaga monumen tersebut tetap kokoh. Perubahan warna dari cokelat menjadi hijau menjadi contoh bagaimana reaksi kimia alami dapat berperan dalam melindungi sebuah struktur logam selama lebih dari 100 tahun.

Lansiran:

National Park Service. Statue of Liberty – Did You Know? Why Is the Statue Green? Dipublikasikan/diperbarui 8 Oktober 2024.

American Chemical Society. The Chemistry Behind the Statue of Liberty's Green Color. Dipublikasikan 14 Juli 2023.

Encyclopaedia Britannica. Statue of Liberty. Diperbarui 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....